Tanggamus (HS) – Asisten 2 Hendra Wijaya Mega mewakili Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan, menghadiri dan membuka Pelatihan Kaji Cepat Bagi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multisektor yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus, Kamis (12/12/2024).



Pj. Bupati Tanggamus dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 2, menyampaikan apresiasi pelaksanaan Pelatihan ini, diharapkan dengan adanya pelatihan ini, kita dapat tingkatkan kualitas dan kemampuan para Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam meng-analisa, menghitung dan mengumpulkan data kerusakan atau kerugian bencana serta kebutuhan tanggap darurat bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kabupaten Tanggamus memiliki wilayah daratan dan lautan yang luas, dengan panjang garis pantai 202 km, namun berpotensi bencana sebagai berikut:
- Wilayah daratan 40% merupakan perbukitan dan pegunungan sehingga rawan bencana tanah longsor.
- Wilayah Kabupaten Tanggamus dilewati oleh dua sungai besar yaitu Way Sekampung dan Way Semaka yang terdiri dari 220 sungai dari sungai ordo ke-1 s.d. sungai ordo ke-5 sehingga wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi rawan banjir dan banjir bandang.
- Kabupaten Tanggamus juga dilewati oleh 2 sesar/ patahan utama yaitu Sesar Semangko/Sunda dan Sesar Kota Agung, sehingga wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi rawan gempa bumi.
- Sembilan kecamatan di Kabupaten Tanggamus berada di pesisir Teluk Semangka sehingga rawan terjadi abrasi pantai dan terdapat 3 sumber gempa di laut yang dapat menimbulkan tsunami yaitu : – Jalur subduksi lempeng Samudera Indo-australia terhadap lempeng benua Eurasia. -Perpanjangan Sesar Semangko sepanjang bukit barisan yang sampai ke Selat Sunda. -Gunung Anak Krakatau yang erupsi maupun longsoran lerengnya dapat menimbulkan tsunami.
- Hasil kajian terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Badan Geologi Kementerian ESDM yang dirilis tahun 2024 menyebutkan bahwa di Wilayah Kabupaten
Tanggamus terdapat potensi bencana liquefaksi, yaitu di Kecamatan Pematang Sawa, Semaka, Wonosobo, Kota Agung Barat, Pugung dan Bulok.
Gempa Megathrust menjadi isu hangat belakangan ini di Indonesia. Megathrust adalah istilah untuk gempa bumi yang terjadi di zona subduksi, yaitu tempat di mana dua lempeng tektonik bertumbukan. Gempa megathrust biasanya memiliki magnitudo yang sangat besar dan dapat menyebabkan tsunami besar.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG bahwa gempa Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, tinggal tunggu waktu. Pada bulan Desember 2024 ini merupakan awal puncak musim hujan sampai dengan bulan Februari 2025.
Bencana yang sering terjadi pada puncak musim hujan di wilayah Kabupaten Tanggamus adalah banjir, banjir bandang dan longsor. Mengingat saat ini kita akan memasuki puncak musim hujan dan dengan digaungkannya kembali isu Megathrust, bertujuan agar kita sama-sama melakukan mitigasi, edukasi, persiapan dan kesiapsiagaan.
Kegiatan Pelatihan Kaji Cepat untuk TRC-PB Multisektor ini merupakan salah satu bentuk mitigasi, edukasi, persiapan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.
Penanggulangan bencana harus dilakukan secara sinergis, serentak, cepat, aman, dan akurat. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan berkelanjutan dengan melibatkan semua elemen dan terus mengembangkan teknologi dan inovasi.
Pemkab Tanggamus telah mengambil kebijakan dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.89/44/08/2023 tentang Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Tanggamus.
Tugas Tim Reaksi Cepat adalah melaksanakan kaji cepat bencana dan dampak pada saat darurat yang meliputi penilaian kebutuhan (need assesment) untuk menentukan jumlah dan jenis bantuan serta penilaian kerusakan dan perhitungan kerugian (damage and loses assessment) untuk mengetahui dampak bencana.
Dari hasil evaluasi saat kejadian bencana banjir dan longsor tanggal 25 Mei 2024 yang lalu, Tim Reaksi Cepat ini belum bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Seharusnya anggota TRC yang terdiri dari berbagai OPD dan elemen lainnya aktif mengumpulkan data kerusakan, menghitung kerugian dan menganalisa kebutuhan tanggap darurat serta aktif memberikan laporan kepada Sekretariat Tanggap Darurat Bencana melalui BPBD.
Dimasa depan saya mengharapkan agar setiap anggota TRC dapat bekerja lebih aktif agar penanggulangan bencana di Kabupaten Tanggamus menjadi lebih baik. Melalui pelatihan ini harapannya kinerja Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di Kabupaten Tanggamus menjadi lebih baik, ujar Bupati. (Edt)



