KOTABUMI (HS) – Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Raja, Lampung Utara, mengaku belum mengetahui secara rinci adanya rencana pembangunan desa setempat yang ingin menjebol tembok sekolah yang ia pimpin.
Junaedi, Kepsek SMAN 1 Tanjung Raja, mengaku bahwa dirinya baru sebulan kerja dan belum ada koordinasi dengan pihak desa karena masih ada kesibukan.
Pada prinsipnya kata Junaedi, pembongkaran boleh boleh saja asal ada kejelasan, pemanfaatan dari penjebolan tembok yang diketahui merupakan aset Provinsi.
“Kita bicara dulu kepentingannya apa, orientasinya, karena setiap kebijakan itu pasti ada plus minusnya, kalau tidak ada kontribusinya untuk apa, tapi kalu ada kenapa tidak kita berikan.” kata junaedi, Kepsek SMAN 1, Tanjung Raja, kamis (18/7/19).
Dirinya juga menegaskan kalau ia belum koordinasi dengan pihak desa, bukan berarti bahasanya tidak mau mengikuti keinginan desa karena lagi mengurusi internal (Sekolah).
“Ini aset Provinsi itu aset pemda (desa), semua itu asal ada manfaat yang luar biasa, kenapa tidak, jadi belom koordinasi karena waktu.” tegasnya.
Mengenai Ketua komite yang diketahui merangkap jabatan, seyogyanya tidak diperkenankan, namun yang terpenting ialah siapapun yang menjadi pengurus komite harus bisa memperhatikan pendidikan.
“Kalau gak salah (syarat menjadi komite) tidak merangkap jabatan. Bisa internal dan eksternal tergantung masyarakat,”Jelasnya.
Lebih lanjut Junaedi mengaku mengetahui bahwa ketua komite di SMAN 1 Tanjung Raja, saat ini memang menjabat kepala sekolah SMP N 2 Abung Barat, namun pihaknya akan melihat terlebih dahulu relugasinya, berapa lama lagi ketua komite menjabat.
,”Tidak boleh (rangkap jabatan) itu, tentunya larangan akan bisa mengganggu pekerjaan, akan kita pelajari terlebih dahulu, kita tidak bisa serta Merta ambil sikap, Saya pribadi pun belum sampe ke sana karena masih memperbaiki internal,” ungkapnya.(Efri)



