
Rawapitu (HS), Ratusan petani sawah warga Kampung Andalas Cermin dan Dutayoso Mulyo, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, minta Kementrian Pertanian memberi bantuan pompa air, Rabu (10/07/2019).
Pompa air itu akan digunakan untuk membuang genangan air dilahan sawah seluas 1978 hektar menjadi langganan banjir setiap musim hujan, akibatnya sering mengalami gagal panen, dan tanaman padi mati membusuk.
Kondisi seperti itu sudah terjadi belasan tahun lalu, dinas terkait tidak ada upaya mengatasi genangan air yang meluas merendam pemukiman kedua kampung itu. Genangan air dilahan sawah dan pemukiman itu bisa bertahan sampai dua bulan baru mulai surut.
Menurut Misrun (50) Gapoktan Andalas Cermin kepada hariansumatera.com berharap pihak terkait bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya di Rawa Pitu. Musim tanam gaduh tahun ini di Kampung Andalas Cermin mencapai 780 hektar, hasil panenan padi diharapkan bisa mendapat 5-6 ton gabah/hektar, panen raya akan terjadi bulan Oktober.
Menurut Larto Kepala Kampung Duta Yoso Mulyo, luasan tanaman padi gaduh tahun ini mencapai 1198 hektar, kendalanya sama lahan tanaman padi terendam air dimusimm hujan, imbasnya pemukiman ikut terendam, semua pintu air ditanggul penangkis buatan pemerintah rusah tidak berfungsi. Satu-satu jalan untuk mengatasinya dibutuhkan Pompa untuk membuang genangan air.
Menurut Agus Hendra (50) ketua BPK paling parah banjir melanda Andalas Cermin setiap musim hujan, air hujan merendam tanaman padi dan pemukiman penduduk di dua kampung itu, jalan satu satunya dibutuhkan pompa air. (gun)



