
Tulangbawang Barat (HS),- Warga masyarakat Tiyuh Makarti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, memprotes tindakan kepala Tiyuh yang memerintahkan pekerjanya menebang seluruh pohon didepan rumah warga seperti: Kelapa, Petai, Sowo, Rambutan, Kelengkeng dan tanaman lainnya, Sabtu (26/01/2019).
Tindakan sewenang-wenang Kepala Tiyuh sangat meresahkan warga masyarakat, pasalnya tidak meminta izin, banyak warga terkejut ketika pulang dari sawah melihat tanaman kesayangannya sudah roboh ditebangi pakai mesin pemotong kayu. Kondisi Tiyuh Makarti yang semula sejuk hijau, kini udaranya panas dan gersang kata beberapa warga takut disebutkan namanya.
Edi Iswanto ketika dikonfirmasi kepada wartawan hariansumatera.com, Saptu (26-1) membenarkan adanya penebangan semua jenis pohon yang tumbuh didepan halaman rumah warga. Penebangan pohon itu akan dilakukan diseluruh rumah warga Tiyuh Makarti ini merupakan program kerja aparat Tiyuh Makarti. sebelumnya kata Edi sudah dimusyawarahkan bersama aparat kampung dan tokoh masyarakat, hasilnya disetujui. Mungkin saja ada beberapa warga tidak mengetahui adanya rencana penebangan pohon itu, pada umumnya warga sudah diberitau.
bisa dilihat hasilnya jalanan di Makarti yang semula gelap sekarang terlihat terang, jalan yang semula terlihat sempit sekarang terlihat lebar. menurutnya penebangan pohon itu dilakukan dua meter dari bibir jalan.
saya mengimbau agar semua warga menanam buah naga didepan rumahnya masing-masing, selain menanam buah naga juga akan ditanami pepaya. diharapkan beberapa tahun kemudian Tiyuh Makarti akan menjadi sentral penghasil buah naga dan pepaya, kata Edi.
Edi juga menyebutkan program ini rencananya akan menggunakan dana desa (DD) tahun 2019. dikarnakan DD ditunggu belum juga cair, terpaksa gegiatan penebangan pohon ini masih menggunakan dana pribadi Rp30Jt, Bibit buah naga akan disediakan 8000 batang dan bibit pepaya, ungkapnya. (gun)



