2 Anak Gadis Ini Memulung Tapi Tetap Sekolah

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Karena keterbatasan ekonomi orang tuanya, Sari dan Ita, dua gadis cilik warga Penitis Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara ini, harus menjalani masa kecilnya sebagai pemulung.

Keberadaan dua bocah mungil ini ditemui awak media saat sedang mengais barang-barang bekas di seputaran wilayah jalan Soekarno Hatta, Minggu, (01/10), sekitar pukul 14.15 WIB.

Dituturkan Ita (8), pekerjaan memulung tersebut semata-mata dilakukannya untuk meringankan beban orang tua.

“Saya cari rongsok buat beli jajan sama bantu kasih emak biar bisa bikin sayur di rumah, Om,” tutur Ita saat ditanya awak media ini, (01/10). Berdasarkan penuturan Ita, awak media pun menelusuri keberadaan rumah orang tuanya.

Sungguh ironis melihat kondisi tempat tinggal yang mereka huni. Rumah tersebut berada tepat di samping tempat pemakaman umum (TPU) Penitis, berlantaikan tanah, berdinding plupuh bambu, dan beratap alang-alang.

Diakui Resnawati (39), ibu kandung Ita, profesi yang dijalani anak perempuannya tersebut tidak mampu dihalanginya.

“Kami hidup dalam kemiskinan, Pak. Saya tidak bisa menahan keinginan anak saya untuk ngerongsok (memulung.red). Kadang sehabis pulang sekolah dia keliling cari barang bekas. Kalau dapat uang, anak saya sering kasih ke saya buat beli lauk makan. Selebihnya buat jajannya di sekolahan,” urai Resnawati seraya mengatakan untuk meringankan suaminya memenuhi kebutuhan hidup ketujuh orang anaknya, Resnawati bekerja sebagai pencuci pakaian tetangga sekitarnya.

“Suami saya kerjanya serabutan, Pak. Kadang jadi tukang becak, tapi kadangkala jadi tukang kebun harian. Kalau pendapatannya, yah ga tentu, Pak. Sehari kadang pulang bawa uang, kadang juga enggak. Itupun habis buat hari itu aja,” paparnya.

Sejauh ini, dikatakan Resnawati, belum ada uluran tangan para dermawan guna meringankan himpitan ekonomi yang menerpa keluarga Ita, gadis cilik pemulung barang bekas ini.

Diketahui, saat ini Ita tercatat sebagai siswi didik kelas II di Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Tanjung Aman Lampung Utara.

“Sudah hampir setahun ini anak saya Ita terpaksa jadi pemulung. Saya sedih tapi mau gimana lagi, Pak. Itulah yang bisa dilakukan anak saya biar bisa terus sekolah dan bantu buat cari makan,” pungkasnya seraya berharap agar Pemkab Lampura dapat memberikan sedikit bantuan untuk dijadikannya sebagai modal berjualan jajanan pasar. (efri)

Satu tanggapan untuk “2 Anak Gadis Ini Memulung Tapi Tetap Sekolah

  • Senin 2 Oktober 2017 pada 02:33
    Permalink

    Mari kita ringankan beban mereka.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com