
Bandar Lampung (HS) – Sebanyak 13 siswa berhasil diamankan aparat Polsek Sukarame lantaran terlibat penyerangan ke SMK BLK di Jalan Sentot Alibasya, Sukarame.
Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito, mengatakan, saat mengetahui hal tersebut, anggotanya langsung bergegas cepat ke lokasi kejadian dan berhasil mengamankan sebanyak 13 siswa yang diduga terlibat.
“Ada sebanyak 13 siswa dari berbagai sekolah di Bandar Lampung yang terlibat terhadap penyerangan siswa SMK BLK tersebut,” kata Warsito, Selasa (17/5/2022).
Dikatakan Warsito, terkait motif penyerangan tersebut masih dilakukan proses penyelidikan dan mendalami keterangan dari beberapa siswa yang diamankan.
“Untuk motif penyerangan masih kita dalami, dalam proses penyelidikan dan pengembangan,” jelasnya.
“13 siswa ini, langsung kami lakukan pemeriksaan dan mencari siapa-siapa saja temannya atau kelompok nya yang terlibat lagi,” sambungnya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan pasca insiden tersebut yaitu lima unit motor, satu buah celurit, satu buah golok dan satu buah gir bertali.
Sementara itu, Waka Bidang Kesiswaan, Dwi Mardiani, mengatakan saat peristiwa terjadi, semua siswa sedang belajar dan tidak ada tanda-tanda jika sekolahnya akan diserang oleh para siswa lain.
“Saya tidak tahu, kami semua lagi belajar, kelas tiga lagi ujian kompetensi, tiba-tiba ada penyerangan dari luar,” kata dia, Selasa (17/5/2022).
Dwi menjelaskan tidak mengetahui pasti ratusan siswa tersebut berasal dari mana saja karena peristiwa tersebut cepat sekali terjadi.
“Pas dilihat mereka semua berseragam putih abu-abu. Korban dari kami ada satu siswa merupakan siswa kelas 12 dengan inisial Y dan saat ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diberikan perawatan karena mengalami luka di bagian lengan,” ujarnya.
Sementara saksi Ujang (40), mengatakan kejadian penyerangan terjadi sekitar pukul 13.30 Wib dan berhasil dibubarkan oleh warga sekitar pukul 14.30 wib.
“Ada banyak ratusan siswa, pakai seragam putih abu-abu semua. Ratusan pelajar itu datang menggunakan motor semua saat ke lokasi,” ungkapnya.
Ujang tidak mengetahui terkait penyebab para siswa tersebut menyerang. Namun, dirinya melihat beberapa siswa yang membawa batu di dalam tas, sajam dan balok kayu.
“Tiba-tiba sudah ramai datang menyerang SMK BLK. Yang terluka ada dari pihak siswa SMK BLK satu orang mengalami luka di bagian lengan,” ujarnya. (*)



