13 Aparatur Desa Cari Keadilan karena Kesewenang-Wenangan Kades Kertasana Pesawaran

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kedondong (HS) – Ulah Kepala Desa ini bikin sejumlah kalangan meradang. Tokoh masyarakat, tokoh agama serta para sesepuh Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, mengecam Irhamsyah, sang Kades. Mereka gusar karena pejabat ini meremehkan peraturan negara. Dia dinilai memecat 13 perangkat desa seenaknya.

Irhamsyah, menurut sejumlah tokoh, mengangkangi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 67 Tahun 2017 tentang Aturan Mutasi dan Pemberhentian serta Penjaringan dan Penjaringan Calon Perangkat Aparatur Desa.

Bahkan, pemimpin ini dinilai memanipulasi data untuk menghentikan 13 perangkat desa tersebut. Di antara perangkat desa yang diberhentikan adalah kepala dusun dan staf.

Kepala Desa Irhamsyah memberikan uang senilai Rp2 juta kepada 13 perangkat dan menyodorkan surat pengunduran diri kepada mereka. Janjinya, uang insentif selama 6 bulan akan dibayarkan.

“Kami diberikan uang dan surat pengunduran diri dengan iming-iming dana insentif hak kami akan diberikan setelahnya,” kata seorang kepala dusun yang meminta namanya tidak disebutkan.

Saat ini, 13 aparat desa yang diberhentikan tengah mencari keadilan. Mereka memiliki 3 tuntutan, pertama dana insentif selama 6 bulan dibayarkan, kedua kejelasan nasib karena prosedur pemecatan yang tidak sesuai peraturan, ketiga meminta pemerintah berwenangg memeriksa Irhamsyah karena mengangkangi peraturan negara.

“Kami sudah bertemu Camat Kedondong, inspektorat kabupaten, dan Ketua DPRD Pesawaran Bapak Nasir. Kami mohon keadilan atas nasib kami. Semoga kami mendapatkan titik terang keadilan,” ujar perwakilan mereka kepada hariansumatera.com. (eka)

tgm-ad-2.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com