
Bandar Lampung (HS) – Kebijakan pemerintah pemberlakuan pembabatan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup efektif dalam menekan laju Penyebaran Covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir, setelah pada bulan Juli-Agustus cukup tinggi penambahan kasus positif Covid-19, juga tingkat kematian akibat Covid-19.
Selain itu, program percepatan vaksinasi Covid-19 yang dijalankan menjadi bukti bahwa semua vaksin yang digunakan Pemerintah Indonesia efektif dan aman digunakan masyarakat Indonesia. “Jadi, bagi masyarakat yang belum divaksin, begitu ada kesempatan Vaksinasi, langsung divaksin agar Herd Immunity segera terwujud”.
Untuk ikut Vaksinasi, tidak perlu pilih-pilih merek vaksin covid-19, sebab semua merek vaksin yang disediakan dan digunakan pemerintah telah terbukti aman dan efektif melawan Covid-19. “Semua vaksin yang beredar di Indonesia sudah diuji keamanannya oleh para ahli dan lembaga resmi BPOM juga WHO. Jadi semua vaksin yang digunakan oleh pemerintah telah terbukti efektif dan aman”.
Dalam perpanjangan PPKM luar Jawa Bali mulai 19 Oktober-8 November 2021, tidak ada lagi daerah dengan PPKM level 4. Termasuk Provinsi Lampung, dari 15 Kabupaten Kota 10 Kabupaten level 3 dan 4 Kabupaten Kota level 2 serta 1 kota berada di level 1, yaitu Kota Metro.
Sementara untuk tingkat resiko penularan Covid-19, seluruh kabupaten kota Lampung masuk dalam zona resiko rendah yaitu zona kuning.
Aktivitas masyarakat di provinsi Lampung mulai aktif kembali, Mall, tempat-tempat makan, tempat tongkrongan dan destinasi wisata masyarakat mulai dipadati pengunjung. Selain itu juga aktivitas pesta pernikahan mulai dilaksanakan masyarakat.
Dalam kegiatan belajar mengajar, sudah mulai dilakukan uji coba pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi.
Meski demikian pemerintah meminta masyarakat “Waspada” akan ancaman gelombang ketiga Covid-19. Apalagi masyarakat berpotensi mengabaikan protokol kesehatan terutama disejumlah kegiatan seperti acara pesta pernikahan, dan tempat wisata termasuk di sekolah.
Presiden Jokowi dalam pengarahan kepada kepala daerah seluruh Indonesia tanggal 25 Oktober 2021 mengingatkan, meskipun telah terjadi penurunan kasus harian yang sangat drastis, namun Pandemi ini belum berakhir karena tren dunia dalam minggu ini mengalami kenaikan, seperti di Eropa terjadi kenaikan sekitar 23%. dibanding tiga minggu lalu.
Hal ini mengakibatkan kita harus tetap hati-hati dan waspada, karena dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian.
Belajar dari kasus dunia, kanaikan kasus ini dapat dilihat dari tiga hal; Pertama, rileksasi terlalu cepat tanpa melalui tahapan ” Alhamdulillah kita telah melakukan tahapan”. Kedua, tidak lagi disiplin protokol kesehatan, dibeberapa negara telah melepaskan masker dalam berbagai pertemuan. Ketiga, Pembelajaran Tatap Muka, protokol kesehatan harus benar-benar dikontrol, ujar Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya manajemen pengawasan lapangan, sehingga kejadian negara lain tidak terjadi di Indonesia.
Waspadai bila ada kenaikan sekecil apapun, Gubernur untuk mengingatkan Bupati dan Walikota untuk waspada, maksimalkan pengunaan Platform Peduli Lindungi memantau kegiatan masyarakat.
Dari pantauan lapangan kegiatan masyarakat yang paling beresiko di lampung adalah pesta pernikahan, karena ditempat pesta dihadiri ratusan orang dalam waktu bersamaan. Selain itu mengabaikan protokol kesehatan, melepas Masker dan tidak menjaga jarak, terutama saat makan minum.
Contoh kasus yang pernah penulis hadiri, Pesta pernikahan anak seorang Lurah Kota Bandar Lampung, dengan undangan ratusan orang, jarak kursi berdempetan dan saat makan semua undangan melepas Masker.
Kejadian ini dilakukan oleh seorang pejabat yang seharusnya memberikan contoh baik terhadap warga, malah sebaliknya.
Kejadian ini tidak ada sangsi dari Walikota Bandar Lampung. Dari kasus tersebut terlihat bahwa pemerintah daerah mulai lemah dalam pengawasan dan pengendalian Covid-19.
Kepada seluruh masyarakat mari kita tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, bagi yang belum divaksin bila ada kesempatan cepat divaksin, semoga Pandemi Covid-19 cepat berlalu minimal Pandemi menjadi endemik, sehingga kita bisa kembali beraktivitas secara normal.
Bandar Lampung, 26 Oktober 2021
E. Kuamiaji Abdullah.



