Tanggamus (HS) – Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto mewakili Bupati lakukan Penanaman Bawang Merah kualitas Brebes Bima bertempat di Pekon Banjar Sari Kecamatan Wonosobo, Rabu (14/05/2025).
Turut mendampingi Wakil Bupati Agus Suranto, Asisten 2 Hendra Wijaya M, Kadis KPTPH Catur Agus Dewanto, Kadis Koperindag Retno Noviana, Plt. Kadishub Sabar Sitanggang, Camat Wonosobo Ady Fahrurozi, Plt. Kabag Perekonomian Evi Silvia, Pejabat Fungsional Faisal Burmeli, A. Rahman, Unsur Muspika Wonosobo, Kepala Pekon Se Kecamatan Wonosobo.



Kegiatan dilaksanakan di Lokasi lahan Bapak Mahmud seluas 0.5 Hektar dalam rangka kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus untuk mengendalikan harga Bawang Merah di kabupaten Tanggamus.
Bupati Tanggamus dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wabup Agus Suranto mengatakan, Acara Penanaman Komoditas Bawang Merah, Sebagai Pelaksanaan Program Gerakan Serentak Menanam Tanaman Bawang dan Cabai (GERTAK MATA BABE).
Bupati menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada TPID Tanggamus, Dinas Pertanian TPH, dan Poktan Bunga Karya Pekon Banjarsari, yang menjadi pelaksana kegiatan ini serta menjadi lokasi kegiatan. Semoga hal ini akan menjadi motivasi dan mendorong Poktanpoktan dan KWT lainnya, termasuk warga masyarakat, untuk bergerak menjadikan lahan pekarangan sebagai tempat menanam tanaman Bawang dan Cabai ini, ujar Bupati.
Dalam upaya mendukung terwujudnya kedaulatan pangan, Pemda Tanggamus melalui Dinas Ketahanan Pangan dan TPH, terus mendorong dan memfasilitasi Saudara-saudara kita yang melakukan karya usaha di bidang pertanian dalam arti luas, agar kuantitas dan kualitas produksinya semakin baik.
Kestabilan pasokan dan harga pangan adalah kunci dalam menghadapi inflasi. Hal ini terjadi, diantaranya karena:
- Hambatan pasokan;
- Cuaca;
- Biaya pengangkutan yang tinggi;
- Kualitas infrastruktur;
- Perilaku pedagang, dan
- Pengelolaan stok.
Kegiatan ini salah satu kegiatan pada Program Gerakan Serentak Menanam Bawang dan Cabe (GERTAK MATA BABE), salah satu pelaksanaan Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata konsumsi Nasional untuk Bawang Merah sebesar 2,86 kg/kapita/tahun. Untuk Konsumsi Cabe (Cabe Besar dan Cabe Rawit) secara total 4,6 kg/ kapita/tahun.
Dengan jumlah penduduk Tanggamus lebih dari 600 ribu orang, maka kebutuhan akan bawang merah di Tanggamus sekitar 1.716 Ton/tahun, dan kebutuhan cabai sekitar 2.760 Ton/tahun.
Sementara Produksi Bawang Merah di Tanggamus hanya sebesar 61,4 Ton/ tahun, dan Produksi Cabai Musiman (Cabe Rawit, Cabe Keriting dan Cabe Besar) sebesar 1.083,4 Ton/tahun. Artinya, sepanjang tahun kita Import dari daerah lain. Tanggamus belum swasembada untuk tanaman Bawang Merah dan Cabai
Bupati berharap, setiap rumah tangga menanam bawang dan cabe di pekarangannya, guna memenuhi kebutuhan akan kedua komoditi tersebut. Bagi yang tidak memiliki pekarangan luas, bisa menanam di polybag atau memanfaatkan ember dan kaleng bekas, atau panci yang sudah tidak digunakan.
Bisa kita bayangkan andai setiap Rumah Tangga menanam minimal 5 Polybag cabai dan 5 Polybag bawang merah, maka pendapatan Rumah Tangga akan sangat mencukupi dalam memenuhi biaya pengeluaran lainnya, misalnya, tadinya harus membeli bawang atau cabe, maka uangnya bisa untuk bayar listrik atau jajan anak atau pengeluaran lainnya.
BUMDes dan juga nantinya Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibentuk, harus ikut berperan aktif untuk mengambil dan membeli hasil dari warganya. Kalau ini berjalan dan semua berperan aktif, maka bisa menjaga stabilisasi pasokan dan harga sembako, dan juga dapat menurunkan inflasi, serta kedepan dapat berkesinambungan dalam membantu masyarakat, ujar Bupati.
Insha Allah dengan niat kita bersama, bergandeng tangan untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, disertai dengan Budaya Kerja JALAN LURUS, maka harapan dan tujuan menciptakan ketahanan pangan diwilayah Kabupaten Tanggamus, agar masyarakat menjadi sejahtera, akan terkabul dan tercapai. Aamiin.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Bunga Karya memohon pemerintah dapat membantu alat pertanian.
“kelompok Tani Bunga Karya berharap bantuan Alsintan berupa Alat Bajak Kultivator, bibit dan gudang penyimpanan, mohon dapat dibantu “ ujar Ketua Kelompok Tani Mahmud (*)



