Tragedi Berdarah Mesuji Bentrok Masa di Rawajitu Utara1 Tewas, 1 Luka

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mesuji (HS) – Bentrok berdarah di Mesuji semestinya tidak harus terjadi, jika kedua belah massa bisa menahan diri, dan mempercayakan peyelesain sengketa lahan sawah kepada dinas terkait. Tragedi berdarah Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, 1 tewas, 1 luka, Rabu (30/12/2020).

Edy Sucipto anggota DPRD Mesuji kepada hariansumatera.com membenarkan terjadi tragedi berdarah.

Edy menyesalkan kejadian itu, semestinya bentrok warga dua Desa antara desa Way Puji dengan warga desa Sungai Sidang Kecamatan Rawajitu Utara tidak harus terjadi, bila warga kedua desa mau duduk bersama, menyerahkan penyelesainnya ke dinas terkait.

Kedua belah pihak membicarakan dengan kepala dingin tidak saling mengancam, dan jangan main hakim sendiri.

Menurutnya saat ini situasi sudah mulai kondusip, puluhan aparat TNI-Polri masih berjaga-jaga. Semalam Dadim 0426 Tulang Bawang berada di Desa Sungai Sidang.

Siang ini Dandim-Wakapolres berada di Desa Way Puji bersama puluhan anggotanya, mengantipasi bentrok susulan, sampai saat ini situasnya sudah kondusip, kata Edy.

Kronologis kejadian, Selasa (29/12) sekira pukul 14.00 Wib, bentrok massa antara warga Desa Way Puji dengan warga Desa Sungai sidang,, Kecamatan Rawajitu Utara terjadi Selasa (29/12) pukul 13.30 wib datang 10 orang warga Desa Sungai Sidang mendatangi 15 orag warga Desa Way Puji yang sedang menanam padi disawah. Terjadilah perang mulut dan tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Warga Way Puji berlarian pulang, Napi warga Sungai Sidang mengejar Suyitno sampai ke Desa Way Puji. Napi (43) membacok Suyitno (47) dan dikepung massa, Napi mengadakan perlawanan seorang diri, namun gagal korban megalami luka-luka. Napi sempat dirawat di Puskesas Rawa Jitu Utara, ahirnya meninggal dalam perjalanan ke RSUD Menggala. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com