Pada kesempatan itu pula, A Akuan Abung gelar Nadikiyang Pun Minak Yang Abung meminta kepada Kapolri untuk bisa memaklumi dan memaafkan eforia anggotanya yang masih keluarga besar dari saibul hajat (Begawi) saat melepaskan tembakan ke udara dalam prosesi adat yang berlangsung di Kotabumi Lampung Utara beberapa waktu lalu.
“Harapan kita supaya pimpinan (Polri) bisa memaklumi dan memaafkan bawahannya. Karena ini acara adat, alangkah baiknya jika mereka diberikan peringatan saja dalam mempergunakan alat (senjata api),” kata A Akuan Abung.
Disisi lain, pernyataan senada juga disampaikan penyimbang adat dari Marga Selagai, menyikapi tanggapan netizen akhir-akhir ini menjadi ramai membahas masalah tembakan ke udara oleh keluarga saibul hajat yang berlangsung di Kotabumi Lampung Utara.
M Yusuf gelar ST Jenjem Tuan Ibu, tokoh Lampung Abung dari Kampung Gedung Harta, Selagai (Penyimbang Adat Marga Selagai), juga meminta instansi terkait dan masyarakat medsos (netizen) untuk tidak memperbesar-besarkan persoalan tersebut. Karena dalam adat lampung (Begawi) hal itu sudah bagian dari tradisi yang melekat dan diwarisi secara turun menurun.
“Kalau menurut saya pribadi prihal tersebut memang sudah lama dan menjadi bagian dari tradisi adat kita lampung apa bila kita melaksanakan adat memang ada sisi yang memakai tembak,” kata ST Jenjem Tuan Ibu.
“Untuk itu tidak perlu dibesar-besarkan karena itu pada acara adat, khususnya adat kita lampung,” lanjutnya. (Ef/bi)



