Tertekan Harga Beli Perusahaan, Petani Singkong Lampura Demo

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Unjuk rasa ratusan warga mengatasnamakan Persatuan Petani Singkong Lampung Utara meluruk ke kantor Pemkab setempat. Mereka menuntut pemerintah menekan perusahaan menaikkan harga beli singkong dari masyarakat.


Koordinator lapangan (korlap) aksi unjuk rasa Adi Rasyid mengatakan, jika masyarakat petani singkong terpaksa menggelar aksi karena merasa tertekan dengan harga beli perusahaan terhadap singkong warga.

Atas dasar itulah, Persatuan Petani Singkong Lampura melakukan aksi. Dalam pernyataan sikap, mereka menyatakan harga singkong anjlok karena adanya impor singkong dari Vietnam dan Thailand. Akibatnya,  ketersediaan singkong berlimpah. Selain itu, besaran refaksi (potongan) dari perusahaan yaitu 20-25 persen, dan tidak konsisten terhadap kesepakatan bersama dengan pemerintah.


Masyarakat petani singkong meminta pabrik menaikkan harga pokok singkong. Kemudian pabrik menormalisasi potongan refaksi sebesar 14 persen.”Meminta pemkab dan DPRD untuk mengawal kesepakatan antara pemerintah dan pengusaha singkong tentang harga minimum (Rp700/kg). Serta meminta pemerintah pusat stop impor singkong dan tapioka,” ujar Rasyid.

Sekkab Lampura Samsir, menanggapi tuntutan tersebut menjelaskan, akan mengundang perwakilan perusahaan, untuk duduk bersama dengan masyarakat dan mencarikan solusi atas keinginan para pengunjuk rasa.”Rencananya pekan depan kami akan undang pihak perusahaan, dan perwakilan pengunjuk rasa untuk bermusyawarah mencarikan solusi atas persolan ini,” tutur Samsir.(Efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com