Tarawih Pertama di Masjid Al Furqon Bandar Lampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Sholat tarawih  hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Al Furqon Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, berjalan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Bendahara Masjid Agung Al Furqon, H Makruf ZA, di Bandarlampung Senin, mengatakan setiap jamaah baik pria maupun wanita serta anak-anak di wajibkan memakai masker.

“Bila ingin menjalankan ibadah tarawih harus pakai masker dan bila tidak,  petugas tidak memperbolehkan ikut sholat berjamaah serta disarankan sholat di rumah atau mengambil masker kemudian balik lagi,” kata dia.

Makruf mengatakan dalam menjalankan ibadah tarawih di massa pandemi COVID-19, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya, seperti memeriksa suhu tubuh jamaah yang ingin masuk menggunakan thermo gun.

“Kita juga rutin menyemprotkan disinfektan tempat ibadah guna mencegah penularan COVID-19 saat jamaah menjalankan tarawih di sini,” kata dia.

Ia  mengatakan saat sholat tarawih jamaah diminta untuk tetap menjaga jarak atau tidak merapatkan shaf sebagaimana yang sewajarnya dalam ibadah sholat.

“Untuk kapasitas mungkin hanya tujuh shaf saja kalau penuh seperti sholat Jumat itu bisa diisi 3.000 orang. Kami juga tetap mempersilakan jamaah dari luar untuk bisa melaksanakan ibadah di sini namun tetap dengan prokes,” kata dia.

Sholat tarawih pada tahun ini pun, lanjut dia, Masjid Al Furqon tetap menjalankan 23 rakaat namun yang biasanya satu malam satu Juz diganti dengan ayat-ayat pendek guna mempersingkat waktu.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung guna mengecek kesiapan prokes di masjid ini,” kata dia.

Pantauan di lokasi, sebelum melakukan sholat berjamaah Tim Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung mendatangi pengurus untuk mengecek kesiapan prokes di Masjid Al Agung Al Furqon.

Rata-Rata jamaah yang datang untuk sholat di Masjid Agung ini masih didominasi oleh warga sekitar dan mereka pun memakai masker semuanya.

Terdapat pula petugas di pintu masuk yang berjaga untuk mengecek suhu tubuh setiap orang yang ingin menjalankan sholat tarawih.

Meski pandemi COVID-19 masih belum berakhir antusias warga dalam menjalankan ibadah tarawih pertama di bulan Ramadhan cukup meski tidak seramai sebelum virus corona datang ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com