Soal Denda Siswa, Disdikbud Lampung Utara segera Panggil Pengelola SD Ibnu Rusyd

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Diduga adanya pungutan atau denda Tahfidz Hapalan Siswa/wi TPQ SD Ibnu Rusyd, Kotabumi, Lampung Utara, Diinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara (Lampura) akan segera memanggil pihak sekolah TPQ SD Ibnu Rusyid terkait keluhan denda pelajaran tersebut.

” Kita akan segera memamggil pihak sekolah TPQ SD Ibnu Rusyid terakit permasalah yang sudah mencuat dimedia online adanya denda pelajaran Tahfidz Hapalan menjadi keluhan para wali murid disana, ” Kata Kasi SD Disdikbud Lampura, Merlin, ketika di konfirmasi via telepon.Kamis (25/2/21)

Ia menjelaskan, pemanggilan itu di lakukan untuk mengetahui secara pasti permasalahan tersebut, karena denda itu menjadi keluhan wali murid. Munurut dia, Seharusnya pihak sekolah harus mengadakan musyarawah terlebih agar tidak terjadi hal seperti ini.

Dijelaskannya, jika denda itu hanya baru sebatas wacana, maka harus di batalkan. apabila denda itu sudah diterapkan, dengan tegas merlin menyampaikan denda itu harus dikembalikan ke masing masing wali murid.

Sebelumnya telah di beritakan, sejumlah wali murid TPQ SD Ibnu Rusyd di Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan denda pelajaran Tahfidz Hapalan. Setiap siswa bila tidak menuntaskan hapalannya maka akan diberikan sanksi berupa denda yang sudah ditentukan.

” Denda itu diberikan kepada siswa sesuai dengan berapa banyak mereka hapalan surat yang belum dituntaskan, ” Kata salah satu wali murid yang enggan di sebutkan namanya, Rabu (24/2/2021)

Dijelaskannya, pada masa pandemi covid 19 saat ini, kebutuhan ekonomi semakin meningkat sedangkan penghasilan yang didapat hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup. Ditambah lagi masalah denda mulai dari mekenah, meja belajar, tripod, Al quran Utsmani, ambal jaguar dua pcs.

” Seharusnya sekolah memberikan denda jangan terlalu membebani kami, sebab kebutuhan sehari hari saja sangat sulit ditengah pandemi covid 19 yang tidak tahu kapan usainya, ” Tutur dia.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau sekiranya hal ini tidak di tindak lanjut maka tidak menutup kemungkinan pihak sekolah pasti akan menerapkannya.

“Kalau gak di tindak lanjut atau di buat ramai, pasti ini akan berlanjut semoga saja pihak sekolah bisa merevisi” Harapnya.

Sementara, Kepala Sekolah SD Ibnu Rusyid, Iqbal ketika di konfirmasi via WhatsApp, bahwa apa yang menjadi keluhan wali murid terkait masalah denda pelajaran Tahfidz Hapalan baru wacana sudah di ralat.

“Ya…bang kemaren udah ada kabar..keluhannya…itu dari wali murid dan itu baru wacana… Blm ada kepastian… Juga…insya allah…dari Time TPQ nya…sudah kita tindak lanjuti” kata kepala sekolah Sd Ibnu Rusyd, Iqbal.

Bahkan menurutnya ia telah di kontak oleh pihak Dinas untuk meralatnya.

” Hasilnya wacana itu kita ralat kembali dan sudah kita batalkan, “Tukas Iqbal, Kepala sekolah TPQ Ibnu
Rusyd, Kotabumi Lampung Utara. (efri).

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com