Sidang Perdata, Dinas Kesehatan Way Kanan Tak Bisa Hadirkan Saksi

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Way Kanan – Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Lampung tidak bisa hadirkan saksi dalam sidang perdata gugatan pelaksanaan lelang barang dan jasa di Dinas Kesehatan tahun 2016, Kamis (9/2).
Sidang pembuktian saksi dilaksanakan di Pengadilan Negeri Blambangan Umpu sedianya dipimpin Hakim Ketua yakni Dessy Darmayanti, Hakim Anggota yaitu Fadesha dan M. Budi. Akan tetapi pihak prinsipal tergugat, melalui kuasa hukumnya meminta kepada PN. Blambangan Umpu agar menunda sidang pembuktian saksi tersebut hingga dua minggu ke depan.
Tertundanya kembali sidang gugatan perdata Dinas Kesehatan tersebut, dikarenakan hingga dua kali kesempatan yang diberikan pihak tergugat untuk menghadirkan saksi-saksi, akan tetapi tak satupun saksi yang hadir alias tidak ada yang mau bersaksi, baik dari tergugat I, II ataupun tergugat III.
Sementara itu, kuasa hukum pihak penggugat dari CV Sakti Perkasa, CV Sembilan-Sembilan Jaya dan CV Malapura Jaya Makmur, Fery Soneri saat dikonfirmasi mengatakan, pada hari ini pihak tergugat tidak bisa menghadirkan saksi dan ini merupakan sidang kali kedua untuk pembuktian saksi.
“Sidang ini merupakan sidang perdata yang kesekian kalinya. Namun, pada hari ini sidang yang dilaksanakan adalah pembuktian saksi untuk dihadirkan dalam persidangan dan ini sudah kali kedua tergugat tidak bisa menghadirkan saksi,” ujar Fery Soneri, kuasa hukum pihak prinsipal penggugat.
Sidang perdata gugatan pelaksanaan lelang barang dan jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan TA. 2016 ini akan dilanjutkan pada, Kamis (22/2). Dengan pokok persidangan yang sama pada pembuktian saksi.
“Apabila tergugat tidak juga menghadirkan saksi maka sidang ini akan dilanjutkan untuk sidang keputusan,” ungkapnya.
Sementara itu, ditempat terpisah selaku penggugat yakni dari Direktur CV. Sakti Perkasa, Fadilatul Rahman Fikri menyampaikan, bahwa tergugat terkesan mengulur waktu dengan seringnya meminta penundaan persidangan, dengan berbagai alasan.
“Kami selaku penggugat merasa tergugat main-main dalam persidangan ini. Apabila sudah tidak sanggup lagi mengikuti persidangan maka segeralah mengibarkan bendera putih karena itu terbukti sudah dua kali sidang pembuktian saksi tidak ada satupun saksi dari tergugat hadir dalam persidangan,” tandas Fadilatul Rahman Fikri.
Para tergugat sendiri yakni tergugat I adalah pokja III pekerjaan kontruksi Unit Layanan Pengadaan (ULP), tergugat II Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas kesehatan dan tergugat III yaitu Kepala Dinas Kesehatan pemerintah kabupaten Way Kanan.
Sampai berita ini dikirimkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Farida Aryani dan Pengacara dari para tergugat dikonfirmasi melalui ponsel, baik itu di sms dan di telphone tidak pernah dibalas ataupun mengangkat ponsel untuk memberikan komentar terkait persidangan ini. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com