Sidak Wakil Rakyat Lampung Utara ke Gudang Bulog, Ini Hasilnya

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
KOTABUMI (HS) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anggota komisi 11, Kabupaten Lampung Utara, sidak di Gudang Bulog Kotabumi Kamis,(08/06/17).
Anggota Komisi 11 banyak menemukan kejanggalan serta terindikasi ada permainan yang merugikan rakyat.
Kedatangan rombongan wakil rakyat Herwan Mega, ‎Wansori,‎ Joni Saputra, ‎dan anggota komisi II lainnya yang tiba-tiba tersebut sangat mengejutkan petugas gudang bulog yang berada di Desa Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, ‎Lampung Utara, Kamis (8/6/2017).
Awalnya selain melihat ketersediaan bahan pangan khusus beras di gudang itu anggota Komisi II DPRD juga telah menerima banyak keluhan dari masyarakat karena beras yang diberikan itu kualitasnya kurang bagus dan timbangannya mengalami pengurangan.
“Hasil kita sidak hari ini di gudang bulag menemukan kejangalan dari ukuran timbangan, kualitas dan dugaan ada permainan yang merugikan masyarakat,” kata Wansori. ‎
Ditambahkan Herwan Mega, dari temuan di gudang bulog itu didapati beras yang kualitasnya rendah (oplosan), timbangan yang kurang, dan ‎untuk itu sebagai wakil rakyat mereka langsung menghubungi pihak Polres Lampung Utara untuk melakukan penyelidikan atas temuan tersebut.
“Jajaran satgas pangan juga telah melihat langsung kondisi di gudang bulog ini, dan mereka juga menemukan kualitas beras yang buruk di lokasi,” ujar Herwan Mega.
Ditegaskan Joni Saputra, karena pihak pengurus gudang yang bersikukuh menyatakan beras yang ditemukan itu sedang dalam pelaksanaan perbaikan dan dilakukan pembenahan sebelum dikirim ke masyarakat.
“Kami tidak mengatakan pihak bulog melakukan pengoplosan, tapi yang kami dapatkan ini berasnya tidak bagus sehingga ini akan berdampak buruk untuk masyarakat yang mengkonsumsinya,” kata Joni Saputra.
Dilanjutkannya, selain dari timbangan beras yang akan didistribusikan untuk masyarakat yang mengalami pengurangan dari 14,5 kg – 14,8 kg persak untuk ukuran 15 kg pada beras tersebut juga didapati kualitasnya tidak bagus. ‎”Untuk itu kita akan memanggil pihak-pihak terkait,” ‎lanjutnya. (Efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com