Sekolah Dasar Negeri Pasar Madang Butuh Rehab dan Tidak Miliki WC

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Gencarnya pemerintah kabupaten Tanggamus, mensosialisasikan hidup bersih bebas dari ODF, namun sebaliknya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasar Madang Kota Agung, sudah lama tidak memiliki kamar mandi /WC, sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah, Rabu (5/02/2020).

SD Negeri Pasar Madang yang telah berdiri sejak tahun 80-an, mengharapkan dapat direhab oleh Pemerintah, pasalnya bangunan yang sudah tua dan mulai rusak dimakan usia. Diantaranya tiga ruang kelas yang sudah nampak kerusakan mulai dari plafon, akibat dari bocor ketika hujan dan kayu yang sudah lapuk. menjadi perhatian para guru, takut akan runtuh secara tiba-tiba dan menimpa siswa siswi yang sedang belajar di ruang kelas.

Kemudian yang sangat parah nya sekolah tidak mempunyai WC, jadi ketika siswa-siswi ingin membuang air kecil terpaksa di sembarang tempat karena tak mempunyai tempat buang hajat.

Salah satu guru olahraga Saiful Nizam saat di wawancarai terkait kerusakan 3 ruang kelas Sekolah mulai dari plafon yang rusak, Ia mengatakan sudah sewajarnya sekolahan ini di rehab total, karna telah berdiri puluhan tahun.

“Yaitu atapnya sudah mulai bocor, dan kayu atapnya sudah mulai keropos. Ya maklum dibangun tahun 90-an, adalah 15 tahun waktu itu Rehab ringannya. kuatir setiap hujan yang menjadi bahan pikiran di ruang kelas 1, 2 dan 3 ketika datang hujan. Dan takut jika tiba-tiba roboh atau runtuh nimpah anak yang sedang belajar.” Ungkapnya saiful

Guru olah raga ini melanjutkan, Kami sering merasa malu ketika kedatangan tamu, mereka sering numpang buang air kecil, sering menanyakan WC dan kami bilang gak ada, dan kami arahkan menumpang di perumahan sekolahan yang ruang nya kecil. Karna WC Kami memang tidak ada.

Harapan akan menanti sebuah janji yang dijanjikan oleh dinas terkait pun sering mereka dapatkan, tapi hingga saat ini belum terlaksana. Menurutnya lingkungan yang sehat dan bersih itu mulai dari sarana dan prasarana, jadi kalau wc aja tidak ada ya gimana mau bersih

“Kami memang dijanjikan akan membuat WC tahun 2015, tapi nyatanya realisasinya itu sampai sekarang tidak ada. Datang lagi yang satu, nanti Pak kami usulkan begini, ya tidak ada lagi, ya umumnya janji-janji itu, hanya penuh dengan harapan harapan palsu PHP lah.” Imbuhnya

Mirisnya ketika anak-anak yang ingin buang hajat, selalu cari tempat seperti dibalik dinding, dan terkadang yang sudah besar mereka arahkan untuk menumpang di warga

“Ya anak-anak kucar kacir, kadangkala di mana dia suka. ya kami sudah larang sebagai guru, Jangan buang air kecil di dinding. Ya nama nya masih kecil tetap buang air didinding, mereka kan enak aja yang anak-anak kecil yang kelas 5 dan 6. kita arahkan ke luar untuk buang air kecil, kami saja sebagai guru malu selalu numpang di perumahan yang ruangannya kecil.” Tandasnya

Sementara warga sekitar Suparmin juga mengharapkan agar SD Negeri Pasar Menjadiadang ini ada tempat buang hajat dan dinas terkait segera tanggap terhadap kondisi dari sekolah tersebut.

” Ya saya juga sangat berharap supaya sekolahan ini dibangun wc, karna kasian pada murid-muridnya dan juga gurunya kan kebanyakan perempuan jadi mereka susah buat buang air”, pungkasnya. (Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com