Sekolah Dasar di Kinciran Lampung Utara Ini Membahayakan Siswa

Bagikan
  • 594
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Murid SDN Desa Kinciran, Kecamatan Abung Tengah, saat ini tidak tenang belajar. Itu lantaran balok-balok plafon dan atap sekolah sewaktu-waktu bisa jadi menimpa mereka. Sekolah yang berlokasi di Desa Kinciran, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara ini, memiliki empat ruang kelas dan ruangan guru plus MCK yang sudah tidak layak pakai lagi. Kondisinya mengancam keselamatan murid-murid yang sedang belajar.

Sekolah yang memiliki murid 205 orang ini tampak seperti bangunan yang kurang diperhatikan. Selain tiga ruang kelas yang rusak parah, juga terdapat satu rumah guru yang kondisinya pun hampir sama dan dibiarkan begitu saja. Hasil pemantauan di lokasi sekolahan, kondisi sekolah rusak parah dengan lantai yang pecah dan berlubang, dan atapnya hampir roboh.

Subirin (27), warga pemuda Desa Kinciran, mengatakan kondisi plafon dan balok plafon empat dari delapan kelas keseluruhan sudah ambrol. “Atap genteng sebagian sudah pecah dan berlubang, utamanya di bagian tengah, depan dan belakang,” kata Subirin.

Kami sebagai warga Desa Kinciran, lanjut Subirin, yang selama ini mendukung pemerintahan Bupati Agung, sangat kecewa dengan tidak diperhatikannya gedung sekolah yang hampir 3 tahun tidak bisa dipakai. Ini masalah krusial dan perlu dibantu pemerintah daerah. Para murid pun belajar bergantian, ada yang pagi dan ada siang, karena bangunan sekolah sudah mau roboh dan tidak difungsikan selama tiga tahun berturut-turut.

Pihak sekolah dan masyarakat desa mengusulkan rehapan bangunan sekolah tersebut. “Tidak ada respon baik, apalagi mau direhab oleh pemerintah, terutama dinas pendidikan. Sudah sering kali kita buat proposal pengajuan rehab ringan ataupun berat, tapi sampai saat ini tidak pernah ditindak lanjut,” tuturnya.

Sungguh sangat disayangkan sikap pemerintah. Warga mengeluh dan menagih janji Bupati Lampung Utara ketika¬†kunjungan kerjanya di desa-desa bahwa akan menyerap aspirasi masyarakat demi kemajuan kabupaten. “Selalu kami dukung dengan semangat perubahan nyata untuk seluruh masyarakat, ternyata memiliki jajaran atau Satker yang kami anggap tidak mampu mengaplikasikan harapan beliau dalam menunjang pendidikan gratis dan berkualitas,” pungkasnya. (efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com