Satu Keluarga Korban Ditabrak Truk di Tarahan Dimakamkan di Kotabumi

Bagikan Berita

Kesedihan itu juga terlihat diwajah Junaidi sang ayah dari Alm Jufebri setelah pemakaman kedua anak dan cucunya saat duduk membacakan doa untuk para korban lakalanats di Jalinsum, Tarahan, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (27/10/2019). 

Merasa tidak kuasa untuk melihat dikebumikannya anak bersama cucunya, Junaidi memilih sedikit menjadi dari proses pemakaman dan anak sulung korban Doni Pratama didampingi kerabatnya terlihat lunglai saat menyaksikan proses pemakaman kedua orang tua dan kedua saudaranya tersebut.

Dilokasi pemakaman, paman korban Solihin mengatakan, korban Jufebri terakhir komunikasi dengan ayahnya (Junaidi) meminta izin untuk pergi ziarah ke makam kakeknya di daerah tarahan. 

“Terakhir konumikasi dia (Alm) Jufebri Mars bilang mau ziarah ke makam kakeknya di Tarahan, itu terakhir kalinya sudah itu hilang konumikasi,” kata Solihin. 

Kepergian keponakannya bersama keluarga itu, menurut Solihin, mereka berpamitan akan pergi ke pusara sang kakeknya dan kemudian akan menghadiri acara pertunangan keponakan korban di Bandar Lampung. Menurutnya, kejadian kecelakaan yang dialami korban itu dimungkinkan mereka telah selesai ziarah dan akan kembali ke arah Bandar Lampung dari Lampung Selatan. Dilokasi kejadian mereka sedang beristirahat dan tiba-tiba diseruduk kendaraan cold diesel yang mengakibatkan keempat korban meninggal dunia atas kejadian tersebut. 

Sebelum proses pemakaman para korban lakalantas itu, Kodir salah seorang anggota penggali kubur mengatakan atas permintaan keluarga agar tidak terpisah jauh dan juga karena kondisi pemakaman di TPU Penitis Kotabumi memang telah padat pihak keluarga meminta untuk dibuatkan satu lubang liang lahat dengan dibagi atau dipisahkan dengan lubang japurinya. 

“Atas permintaan keluarga dimakamkan satu lubang dengan susunan dari sebelah kiri ibu, anak, anak dan bapaknya,” kata Kodir.

Dari sisi sebelah kiri pemakaman dimulai dari Alm Jufebri kemudian menyusul dimasukan jenazah Alm Dino Framdan dan Dini Pratiwi kemudian jenazah Santiah yang seketika diiringi ucapan lapal Lailahaillallah dari keluarga dan kerabat korban karena rasa duka itu makin manyayat hati ketika melihat jenazah Santiah begitu lentur saat akan dimasukan dipemakaman. (Bi/ef)

https://www.hariansumatera.com