Resmob Lampura Ungkap Mayat Tanpa Identitas, 2 Pelaku Dibekuk

Bagikan
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  

Lampung Utara – Satuan Reskrim Polres Lampung Utara berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan di dalam kebun karet Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, dan berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuh korban.

Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, melalui Kasat Reskrim AKP Syahrial, mengatakan penangkapan terhadap kedua tersangka berkat laporan keluarga korban dan hasil koordinasi anggota Polres Lampung Utara dengan Polres Tulang Bawang.

“Penangkapan dilakukan Senin (9/7/2018) sekira pukul 17.00 WIB, berdasarkan : LP/ B/ 806/ VI/ 2018/ PLD LPG/ SPK RES LU, Tanggal 29 Juni 2018,” kata AKP Syahrial, Senin (9/7/2018).

Dikatakannya, Tim Resmob Sat Reskrim Polres Lampung Utara dibantu Tim Resmob Polres Tulang Bawang berhasil ungkap kasus tindak pidana pembunuhan terhadap korban Suprayitno (alm) yang ditemukan warga telah membusuk di kebun karet Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, pada Jumat (29/6/2018) sekira pukul 15.00 WIB, lalu.

Adapun pelaku yang berhasil diamankan polisi dalam kasus pembunuhan terhadap korban berinisial BB (18) dan EP (27) keduanya warga Dusun Jakarta Baru, Desa Kalibalangan, Abung Selatan, Lampung Utara.

Menurut keterangan Suyati (istri korban), beber Kasat Reskrim, pada bulan Januari 2018 suaminya Suprayitno pamit pergi ke Kalimantan untuk bekerja selama 5 tahun. Suprayitno pergi dijemput mobil berwarna silver. Sepeninggal suaminya, Suyati telah 3 kali didatangi oleh orang yang tidak dikenal, pertama kali datang dua orang perempuan yang mengaku ibu dan kakak perempuan DS (istri dari EP, tersangka yang telah ditangkap), menanyakan keberadaan suaminya karena Suprayitno telah pergi bersama DS mengendarai mobil berwarna silver.

Kedua kalinya datang dua orang laki-laki mengaku suruhan anggota buser menanyakan keberadaan dan alamat Suprayitno karena ada urusan, diketahui bahwa salah satu laki-laki tersebut merupakan suami DS.

Ketiga kalinya datang satu orang laki-laki mengaku mertua DS, mengatakan bahwa dirinya ingin mengambil cucunya yang dibawa oleh DS, yang pergi dengan Suprayitno, pada tanggal 20 Juni 2018 Suprayitno pulang dengan alasan ingin melihat anaknya, setelah satu minggu berada di rumah pada tanggal 27 Juni 2018 sekira pukul 22.30 WIB Suprayitno berpamitan akan menyetir mobil membawa kayu dari Jambi ke Surabaya dan meminta anaknya yang bernama Krisna Yuda untuk mengantarkan ke RM Taruko Jaya II, namun di perjalanan Suprayitno meminta diturunkan di SPBU Kalibalangan, papar Kasat.

Lalu, lanjutnya, menurut keterangan pelaku dari kepergian DS dengan mobil silver pada bulan Januari 2018 DS pulang ke Dusun Jakarta Baru, 1 minggu sebelum lebaran tahun 2018, pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 sekira pukul 22.30 WIB korban dipancing bertemu dengan menggunakan Hp DS, yang merupakan istri dari EP (tersangka yang telah ditangkap) di SPBU Kalibalangan.

Kemudian EP dan BB diantar ke TKP oleh NH, menggunakan sepeda motor Suzuki FU milik EP, lalu korban dijemput oleh AD dan DN menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion atas suruhan EP untuk membawa ke TKP, setelah sampai di TKP kemudian EP dan BB melakukan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Barang bukti yang berhasil diamankan sementara ini, pakaian korban dan barang milik korban. Sepatu pelaku (BB) yang ditemukan di TKP. Sepeda motor Suzuki FU yang digunakan pelaku ke TKP. Saat ini kedua pelaku berikut barang bukti telah diserahkan kepada piket Sat Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (fri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com