Resensi Buku: DILEMA PILKADA 2020

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (26/01/2021) – Tahun 2020 ini menjadi tahun penuh “gangguan.” Tahun yang penuh tantangan akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya dalam bidang kesehatan, dinamika ekonomi, sosial, poltik, juga pemerintahan ikut terdampak. Normalitas global terganggu.

Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 berbarengan dengan wabah virus korona, yang belum bisa dikendalikan penyebarannya di Indonesia. Jumlah kasus baru masih terus meningkat di hampir semua daerah. Angka kematian juga terus bertambah. Kecemasan Pilkada akan memperparah penyebaran wabah, menjadi keprihatinan bersama. Namun, pemerintah sudah memutuskan, pemilihan tetap dilangsungkan pada 9 Desember 2020.

Dinamika penyelenggaraan Pilkada 2020 terekam dengan baik dalam buku “Pandemi Covid-19 dan Perilaku Politik Masyarakat; Studi Rawan Konflik Pilkada 2020.”

Buku yang disusun Tim Penulis Parina, Robi Kurniawan, Dedy Hermawan, Ridwan Saifuddin, dan Annisa Yulyana Pibiand tersebut merupakan hasil riset bersama tim Balitbangda Provinsi Lampung dengan dosen FISIP Unila.

Ketua KPU Provinsi Lampung 2014-2019 Nanang Trenggono, dalam pengantar buku tersebut, menyatakan penerbitan buku ini patut diberi apresiasi sebagai karya tulis, untuk memberi gambaran terbuka tentang penyelenggaraan Pemilihan 2020 yang diselenggarakan di 8 (delapan) kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Faktor yang membuat Pilkada 2020 menarik, tulis Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unila itu, karena beririsan dengan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, faktor penyebaran virus Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran dan keresahan hampir semua kalangan bila tetap dilaksanakan Pilkada dapat menimbulkan klaster baru sumber penyebaran virus yang mematikan ini.

Erwan Bustami, Ketua KPU Provinsi Lampung 2019-2024, dalam pengantarnya menyatakan mengapresiasi atas hasil kajian yang diterbitkan dalam buku tersebut.

KPU Provinsi Lampung menyambut baik dan mengapresiasi terbitnya buku Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19 yang digagas oleh Balitbangda Provinsi Lampung.

“Buku ini akan menjadi bagian dari catatan sejarah pergulatan pelaksanaan hajat demokrasi lokal ditengah musibah kemanusiaan dunia pandemi Covid-19. Situasi dan kondisinya berbeda dari pelaksanaan pesta demokrasi sebelum-sebelumnya, yaitu dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat pada semua tahapannya,” kata Ketua KPU Lampung. (Meg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com