Renovasi Pasar Pandawa Lima Abung Timur Tak Tepat?

Bagikan
  • 131
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) -Pembangunan Pasar Pandawa Lima yang terletak di Dusun Dorowati Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, dinilai tidak tepat sasaran. Salah satu penyebab yang cukup krusial, pasar dimaksud terletak di wilayah terpencil dengan infrastruktur jalan yang menjadi akses desa-desa terdekat sampai saat ini masih dalam kondisi rusak parah serta letak geografis dusun terletak ditengah lahan Ribuan hektare kebun tebu.

Hal ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat, Ansori Sabak, saat diwawancarai, pada Senin, (23/10), di kediamannya. Dikatakannya, Dusun Dorowati merupakan salah satu pedukuhan yang masuk dalam topografi Desa Panagan Ratu.

Ansori Sabak

 

 

 

 

 

 

“Dalam topografi Desa Panagan Ratu, Dusun Dorowati terletak di wilayah terpencil. Tepatnya di sudut Desa Mulyorejo. Semua akses menuju dusun itu harus melalui perkebunan tebu milik PTPN VII Bungamayang. Jadi, dalam pandangan saya, butuh waktu yang sangat lama jika menginginkan efek positif yang diperoleh dari adanya pembangunan Pasar Pandawa Lima didusun tersebut,” ungkap Ansori Sabak seraya mengatakan dalam kurun sepuluh ataupun dua puluh tahun yang akan datang pun belum dapat menjamin pasar tersebut mampu memberikan dampak positif dalam hal menopang PAD.

“Saya pesimis jika pasar itu bisa hidup atau ramai dalam sepuluh ataupun dua puluh tahun ke depan. Artinya, menurut saya, pembangunan pasar yang menelan begitu besar dana pemerintah pusat itu sangat tidak tepat dilaksanakan di Dusun Dorowati. Konkritnya, banyak lokasi atau pasar-pasar lain yang lebih pantas mendapatkan pembangunan itu,” tegas Ansori Sabak.

Lebih lanjut dikatakan Ans Sabak, sapaan akrabnya, sebagai suatu perbandingan Pasar Papan Rejo atau Pasar KT Margorejo lebih layak mendapatkan bantuan pembangunan pasar dimaksud. “Mengapa saya katakan demikian, secara kasat mata infrastruktur jalan penghubung ke desa terdekat lebih baik sehingga memiliki akses yang lebih banyak. Selain itu, letak pasar-pasar yang saya sebutkan tadi sangat strategis yakni berada dipinggir jalan perlintasan antar-desa atau antar-kecamatan,” urainya.

Namun demikian, jelas An’s Sabak, idealnya prioritas bantuan pembangunan pasar tersebut paling tepat digelontorkan pada Pasar Pagi Kotabumi.

“Jika disesuai dengan kondisi real, Pasar Pagi Kotabumi lebih tepat mendapatkan gelontoran pembangunan. Lihat saja kondisi pasar yang berada di jantung kabupaten ini, keadaannya kumuh dan semrawut. Kok bisa-bisanya dialihkan. Jika ada persyaratan administratif yang kurang lengkap, seperti status tanah yang belum ada kejelasan, itu mengindikasikan adanya kecerobohan pemerintah pusat karena hal tersebut menjadi persyaratan mutlak. Apa iya bisa-bisanya kecolongan seperti itu? Atau justru sebaliknya, ada data yang dimanipulasi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Diakui An’s Sabak, Dusun Dorowati merupakan kampung halamannya. “Dorowati itu kampung saya juga. Selama dua puluh tahun lebih saya menghabiskan masa muda saya di sana. Jadi pada prinsipnya, saya tahu persis seluk-beluk di sana termasuk karakter masyarakatnya yang selalu kompak dalam banyak hal. Saya kira, proyek pembangunan pasar di Dusun Dorowati itu lebih ditujukan pada bisnis maupun kepentingan kelompok tertentu saja daripada asas manfaat untuk kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (efri)

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

One thought on “Renovasi Pasar Pandawa Lima Abung Timur Tak Tepat?

  • Rabu 25 Oktober 2017 pada 09:16
    Permalink

    Cari terus sampai akar”nya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com