PWI Lampung Utara: Pernyataan Ali Rozir Provokatif

Bagikan
  • 182
  •  
  •  
  •  
  •  
Kotabumi (HS) – Pernyataan Kepala SMP 3 Bungamayang Ali Rozir, saat penyampaian visi dan misi pencalonan Ketua MKKS SMP, Sabtu, (25/2), soal wartawan meresahkan para kepala sekolah, sangat disayangkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara Jimi Irawan, Senin, (27/2).
Pernyataan banyaknya kepala sekolah yang resah akibat didatangi wartawan, menurut Ketua PWI Lampura, sangat provokatif dan menyudutkan profesi wartawan. “‎Pernyataan tentang banyaknya kepala sekolah yang resah akibat didatangi wartawan, kami nilai cukup provokatif dan menyudutkan profesi wartawan. Mestinya, beliau tak berkata sembarangan seperti itu,” kata Ketua PWI Jimi, saat dikonfirmasi.
Selanjutnya Jimi mengatakan, kalau dirinya tak mau mempersoalkan pernyataan tersebut jika memang kepala sekolah tersebut menyebutkan perbuatan itu dilakukan oleh oknum wartawan, bukan profesi wartawan yang jelas secara umum.
“Pernyataan yang bersangkutan yang menyebut profesi wartawan tanpa kata ‘oknum’, sama saja menganggap profesi wartawan adalah hal yang menakutkan bagi kepala sekolah, sehingga layak dijauhi atau bahkan dimusuhi,” katanya. Karena banyak rekan-rekan media yang menjunjung tinggi‎ etika jurnalis.
Menyikapi persoalan ini, Jimi meminta agar Rozir dapat berjiwa besar dan berlapang dada untuk segera menyampaikan permintaan maaf, sehingga persoalan ini tak meluas dan dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang tak bertanggung jawab. Dengan begitu, yang bersangkutan menyadari kesalahannya yang mungkin terucap secara spontan tanpa pernah direncanakan.
“Jangan karena ingin sebuah posisi, beliau menghalalkan segala cara termasuk menyerang profesi jurnalis. Jika beliau mengaku salah dan minta maaf, saya rasa rekan – rekan tak akan mempersoalkannya lagi,” tegasnya.
Untuk diketahui Pemilihan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Lampung Utara, digelar di  Aula RM Taruko, Sabtu (25/2/17).
Salah satu kandidat Ketua MKKS SMP, Rozir, yang menjabat Kepala SMP Negeri 3 Bungamayang, Lampung Utara (Lampura), dalam pemaparan visi-misinya terdapat kalimat provokatif yang mendiskredikan Wartawan dan LSM.
Dimana pernyataan yang tak patut dilontarkan tersebut terjadi saat yang bersangkutan menyampaikan Visi dan Misi dalam proses pemilihan.
Salah satu poin dalam visi misinya yakni akan melarang wartawan dan LSM ‘masuk’ ke sekolah-sekolah, karena dia menuding LSM dan wartawan kerap meresahkan kepala sekolah.
“Karena banyak Kepala Sekolah yang resah dengan LSM dan wartawan, saya akan melarang mereka (wartawan dan LSM) masuk seluruh SMP,”kata Rozir di hadapan peserta pemilihan.
Tak hanya itu, Rozir dengan lantang juga menyatakan jika pelarangan itu akan diterapkanya selama priode kepemimpinannya, jika memang dirinya terpilih menjadi ketua MKKS.
Terlebih, saat Rozir mengeluarkan kata-kata tersebut, seluruh peserta yang hadir mengarahkan pandangan kepada wartawan yang berada di sebelah kanan mereka.
Usai kegiatan, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media terkait pernyataan tersebut, Rozir berusaha mengelak dan berdalih jika dirinya tidak bermaksud ‘menyerang’ LSM dan wartawan.
Rozir berusaha membela diri dengan menyatakan bahwa jika dia terpilih menjadi ketua MKKS maka akan bekerja sama dengan LSM dan wartawan.
Menariknya, saat dikonfirmasi, Rozir sempat menampik jika dirinya dianggap ‎mengeluarkan pernyataan yang ‘menyerang’ kalangan LSM dan media meski seluruh peserta termasuk wartawan mendengar jelas ucapannya. Menurutnya, apa yang disampaikannya tak seperti yang ditanyakan kalangan media.
‎Mendengar berulang kali Rozir menampik perkataannya sendiri, sejumlah wartawan pun langsung mencecar yang bersangkutan dengan mengulangi perkataan yang disampaikan beberapa saat lalu. Rozir pun akhirnya tak berkutik dan mengakui semua ucapannya itu.”Ya tadi memang saya berbicara begitu,”katanya.
Kendati demikian, dia masih tetap tak mengakui jika pernyataan itu berniat ‘menyerang’ LSM dan media. Ia berkilah sedikitnya waktu yang disediakan membuatnya dirinya tak dapat memberikan penjelasan dalam penyampaian visi-misi sehingga membuat kalangan media ‘tersinggung’.
Mirisnya lagi, saat ditanyakan apakah dirinya pernah ‘diganggu’ oknum – oknum LSM atau media sehingga dirinya melontarkan perkataan tersebut, Rozir mengaku pernyataannya ini dilatar belakangi cerita rekan-rekannya. Kalau saya enggak pernah mengalaminya. Tapi banyak teman-teman yang cerita ke saya, Kilahnya (efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com