Tanggamus (HS) – Kabupaten Tanggamus mencatat peningkatan signifikan dalam produksi gabah kering panen (GKP) pada April 2025 mendatang. Dari luas lahan panen seluas 4.664 hektare, produksi gabah mencapai 23.320 ton hingga 25.652 ton.
Angka ini melonjak tajam dibandingkan hasil panen bulan Maret 2025 yang hanya mencapai 11.579 ton hingga 12.732 ton, dengan luas lahan 2.351 hektare.



Panen raya ini merupakan bagian dari kegiatan serentak nasional di 14 provinsi sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan dan percepatan masa tanam di tengah tantangan iklim dan ketersediaan air.
Asisten II Pemkab Tanggamus, Hendra Wijaya, menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen ini menjadi kabar baik, sekaligus bukti keberhasilan koordinasi antara pemerintah, petani, dan lembaga pertanian daerah.
“Dalam Panen Raya Padi di wilayah Kabupaten Tanggamus yang dilaksanakan serentak di 14 provinsi, gabah kering diperkirakan sebanyak 23.320 ton hingga 25.652 ton dari luas lahan panen bulan April seluas 4.664 hektare,” ujarnya.

Hendra menyebut, secara kuantitatif, terjadi, kenaikan luas panen sebesar 98% (dari 2.351 ha di Maret menjadi 4.664 ha di April). Lalu kenaikan produksi minimum sebesar 101,3% (dari 11.579 ton menjadi 23.320 ton) dan kenaikan produksi maksimum sebesar 101,5% (dari 12.732 ton menjadi 25.652 ton).
Peningkatan ini mencerminkan efisiensi tanam dan pengelolaan yang lebih baik, serta kesiapan petani dalam mengoptimalkan musim tanam kedua.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk perbaikan pola tanam dan penyediaan sarana produksi yang lebih tepat waktu,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPSIP) Provinsi Lampung, Fauziah, yang mewakili Kepala BPSIP Lampung, Rahman Jaya, menekankan pentingnya penyerapan hasil panen agar memberikan dampak maksimal bagi petani.
“Kami mendorong agar gabah kering hasil panen ini segera diserap oleh pihak terkait seperti Bulog dan mitra usaha tani, agar harga tetap stabil dan petani memperoleh manfaat ekonomi yang layak,” jelasnya.
Diketahui, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, menggelar Panen Raya Padi Serentak sebagai bagian dari pelaksanaan program percepatan swasembada pangan nasional, Senin 7 April 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Kelompok Tani Picung, Pekon Banjarmasin, Kecamatan Bulok ini dihadiri langsung oleh Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, bersama jajaran Pemerintah Daerah, perwakilan Forkopimda, serta instansi vertikal terkait.
Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung memimpin panen raya secara nasional yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Melalui konferensi virtual, Presiden memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah yang melaksanakan panen serentak di wilayahnya masing-masing.
Acara panen raya ini juga disertai dengan transaksi serap gabah oleh Perum Bulog, sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi hasil panen petani melalui pembelian gabah secara langsung.
Di Provinsi Lampung sendiri, panen raya serentak dipusatkan di Kabupaten Lampung Tengah, yang dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Forkopimda Provinsi, Bupati Lampung Tengah Ardjito Wijaya, serta bupati/wali kota dari tujuh kabupaten/kota lainnya. (*)



