TANGGAMUS (HS) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanggamus kembali melanjutkan kegiatan desk cabang olahraga (cabor) pada hari terakhir pelaksanaan, yang berlangsung di Sekretariat KONI Tanggamus, GOR Pedukuhan Waysom, Pekon Kota Agung.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengurus cabang olahraga hadir untuk memaparkan kesiapan atlet, target medali, program pembinaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung Tahun 2026.
Desk cabor KONI Tanggamus dipimpin Ketua Tim Desk Sabar M. Sitanggang bersama anggota Ishak, Simon BK, Mario, Eri Priadi, Erwin Ginting, Bebe Memesah, dan Febrina.
Beberapa cabang olahraga yang hadir di antaranya Taekwondo, Biliar, Judo, Bola Voli, dan Bulutangkis.
Pengurus Taekwondo Tanggamus berharap kegiatan desk cabor dapat memperkuat komunikasi antara KONI dan cabang olahraga, terutama terkait dukungan pembinaan atlet menghadapi Porprov Lampung 2026.
Bendahara Taekwondo Tanggamus Agus Andi Wijaya mengatakan dukungan dari KONI dan Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan agar cabang olahraga dapat berkembang dan mencetak prestasi.
“Harapan kami melalui desk cabor ini, kebutuhan pembinaan yang sudah diajukan melalui proposal bisa menjadi perhatian KONI demi kemajuan olahraga Tanggamus dan kesiapan menghadapi Porprov 2026,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi Taekwondo Tanggamus saat ini adalah belum tersedianya sarana pertandingan berbasis teknologi Protector and Scoring System (PSS) yang sudah diterapkan secara nasional.
Menurutnya, sistem tersebut digunakan dalam pertandingan taekwondo kategori kyorugi untuk penilaian otomatis dan akurat melalui sensor elektronik yang terhubung dengan body protector dan helm atlet.
“Sistem ini sudah menjadi standar nasional, tetapi kami belum memilikinya karena harganya cukup mahal,” katanya.
Agus menyebut harga paket lengkap PSS Taekwondo berkisar Rp31 juta hingga Rp46 juta lebih, tergantung merek dan kelengkapan perangkat.
Sementara beberapa komponen terpisah seperti sensor receiver dan body protector juga memiliki harga tinggi, sehingga menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengurus Taekwondo Tanggamus.
Sementara itu, Sekretaris Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Tanggamus, Thomas, mengatakan saat ini pihaknya memiliki 14 atlet yang terdiri dari 12 atlet putra dan dua atlet putri dengan dua orang pelatih.
Pada Porprov sebelumnya, cabang olahraga biliar berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak.
Untuk Porprov Lampung 2026, POBSI Tanggamus menargetkan peningkatan prestasi dengan membidik dua medali emas.
“Target kami dua emas. Selama ini atlet masih latihan mandiri karena POBSI Tanggamus belum memiliki meja biliar sendiri,” ujar Thomas.
Ia menjelaskan, selama ini para atlet menjalani latihan di tempat biliar yang berada di wilayah Gisting dan Talang Padang.
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Tanggamus, Rico, mengatakan saat ini pihaknya memiliki 15 atlet yang terdiri dari 12 atlet putra dan tiga atlet putri.
Menurutnya, pengurus masih berencana melakukan seleksi tambahan atlet guna memperkuat tim menghadapi Porprov mendatang.
Judo Tanggamus menargetkan tiga medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu pada ajang Porprov Lampung 2026.
“Untuk latihan sementara kami melaksanakan latihan minimal tiga kali dalam seminggu di SMA Xaverius Pringsewu,” kata Rico.
Sementara itu, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tanggamus, Rapiudin, mengatakan pihaknya saat ini memiliki 24 atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov Lampung.
PBVSI Tanggamus menargetkan dua medali emas pada pelaksanaan Porprov 2026.
Sedangkan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Tanggamus melalui Sekretaris PBSI Tanggamus, Nadri Herwelly Rivai, menyampaikan saat ini terdapat 12 atlet yang sedang menjalani pembinaan.
Cabang olahraga bulutangkis menargetkan raihan satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada Porprov Lampung Tahun 2026.
Melalui kegiatan desk cabor tersebut, KONI Tanggamus berharap seluruh cabang olahraga dapat menyampaikan kebutuhan dan kesiapan secara terbuka sehingga proses pembinaan atlet menuju Porprov Lampung 2026 dapat berjalan maksimal.
Selain menjadi forum evaluasi, desk cabor juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara KONI, cabang olahraga, dan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Tanggamus di tingkat Provinsi Lampung.(*)



