Polres Tanggamus Gelar Rekonstruksi Kasus Curas dan Perkosaan

Bagikan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Polres Tanggamus melakukan rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan (curas) disertai perkosaan dengan tersangka Mulyadi (24). Sebanyak 21 adegan reka ulang dilaksanakan penyidik unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) disaksikan langsung Kapolres AKBP Alfis Suhaili, Kasipidum Kejaksaan Negeri Tanggamus M. Fahruddin Syuralaga, SH. MH, dan jaksa Avi Yuanto, SH, digelar di halaman gedung Satreskrim.

Tersangka Mulyadi digantikan pemeran pengganti untuk keselamatan saksi-saksi, karena reka ulang menggambarkan kejadian sebenarnya.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, SH. S.Ik. mengatakan, reka ulang digelar guna memberikan gambaran jelas peran dari pelaku, modus yang dilakukan sehingga tergambar penerapan pasal dan menyamakan persepsi penyidik dan kejaksaan.

“Tersangka Mulyadi menjalani 21 reka adegan dari mulai pelaku mengintai korban ‘S’ yang sedang duduk bersama teman lelakinya ‘SU’ di Pantai Ketapang, Kecamatan Limau,” kata AKP Devi Sujana didampingi Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanggamus usai reka adegan.

Dia melanjutkan, ke-21 adegan yang diperagakan langsung tersangka dan korban yang diperagakan peran pengganti. Pada adegan ke-4 pelaku Ramsi (DPO) bersama tersangka Mulyadi menodong korban kemudian membuka paksa pakaian kedua korban.

Setelah kedua korban telanjang, tersangka Mulyadi mengambil HP korban yang diletakan di celana. Kemudian atas perintah Ramsi, tersangka Mulyadi mulai merekam korban yang dipaksa melakukan perbuatan mesum. Lalu korban ‘S’ dibawa sejauh 50 meter dari lokasi awal dan diperkosa Ramzi.

Berlanjut di reka adegan ke 11, rupanya tersangka kasihan kepada korban ‘S’ dan hanya meminta melakukan oral sex. Pada adegan ke-12, kemudian datang 2 DPO lain juga melakukan perkosaan terhadap korban sesuai reka adegan. Para pelaku memerintahkan korban menggunakan pakaian sambil dipaksa mencari uang guna diberikan kepada para pelaku. Terlihat korban SY bersama seorang DPO pergi meninggalkan lokasi guna mencari uang yang diminta para pelaku. Korban “S” dititipkan ke rumah saksi di sekitar pantai.

“Pada adegan ke 19, tersangka Mulyadi berkumpul bersama 3 DPO di rumah saksi Ramdani, hingga ke adegan 20 kemudian meminta saksi mengantarkan kedua korban pulang, dan adegan 21 korban pulang berboncengan 3 bersama saksi,” jelas Kasat Reskrim.

Ditempat tersebut tersangka Mulyadi mengatakan seperti itulah yang terjadi pada saat melakukan kejahatannya. Dia mengungkapkan penyesalan dan permohonan maaf kepada korban. “Saya sangat menyesal dan meminta maaf kepada korban, bila perlu bersujud di kakinya agar saya dimaafkan,”ungkap Mulyadi.

Sebelumnya peristiwa curas disertai perkosaan terjadi pada Minggu (3/12/17) sekitar pukul 13.00 WIB, dengan korban S, seorang pelajar siswi di Kota Agung dan rekan prianya berinisial SU (23), warga Pekon Kelungu Kecamatan Kota Agung, dengan tempat kejadian perkara (TKP) Pantai Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

Tersangka Mulyadi ditangkap Tekab 308 Polres Tanggamus pada hari Selasa (5/12/2017) di kediamannya pukul 16.00 WIB. Polisi juga menetapkan 3 DPO lainnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis di antaranya Pasal 365 KUHPidana ayat (1), ayat (2) ke-2, tentang Curas, Pasal 285 junto pasal 289 KUHPidana tentang Perkosaan/Cabul dan Pasal 29, pasal 32, pasal 35 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal masing-masing pasal 12 tahun. (sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com