Polemik SD Immanuel Kotabumi, Kadisdik: Kembalikan Siswa ke Sekolah Asal!

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara Suwandi mengambil langkah tegas terkait carut marutnya administrasi operasional SD Nasional Plus Immanuel yang berada di Desa Sawojajar Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara.

Hal ini disampaikan Kadisdikbud Lampura saat ditemui awak media, Rabu, (11/10), di kantornya.

Dikatakan Suwandi, pengelola SD Nasional Plus Immanuel terlebih dahulu harus memproses izin operasional salah satu SD swasta dimaksud. “Keputusan sudah final. Kepsek SD Nasional Plus Immanuel harus mengurus izin operasional ulang,” ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan sesuai peraturan yang ada, sekolah harus menerima siswa didik dimulai dari kelas 1 (satu). pihaknya telah memerintahkan Kabid serta Kasi SD terjun lapangan guna menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“Saya sudah perintahkan tim yang terdiri dari Kabid, Kasi, serta Kepala UPTD untuk melakukan mediasi dengan SD tersebut,” jelasnya.

Terkait kepindahan beberapa orang siswa SD Negeri 02 Wonomarto ke SD swasta tersebut, diakui Suwandi bahwa pihaknya telah menginstruksikan agar seluruh siswa yang tercatat di kelas 2 (dua) sampai dengan kelas 4 (empat) untuk dikembalikan ke sekolah asalnya.

“Saya perintahkan kepada tim agar siswa didik kelas 2, 3, 4 yang sempat pindah ke sekolah tersebut dikembalikan lagi ke sekolah asalnya. Kalau yang kelas satu, silakan melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut sambil Kepsek SD Nasional Plus Immanuel mengurus ulang izin operasionalnya,” tegas Suwandi.

Dijelaskannya, izin operasional SD Nasional Plus Immanuel akan dikeluarkan apabila pada 2018 mendatang siswa didik yang tercatat duduk di kelas satu mencapai 20 orang siswa.

“Saat ini sesuai peraturan yang berlaku, siswa kelas satu tingkat SD harus mencapai 20 orang. Kalau siswa didik kelas 1 SD Immanuel tidak mencapai 20 orang siswa maka izin operasionalnya tidak akan saya keluarkan,” ungkap Kadisdikbud Lampura yang akrab disapa Pakde ini.

Adapun kelengkapan perizinan yang harus terpenuhi, urainya, sekolah dimaksud harus mendapatkan dukungan dari lingkungan serta dari sekolah terdekat.

“Kalau sekolah terdekat tidak mengizinkan, ya, tidak boleh. Semua proses harus dilalui. Kita sudah perintahkan kepada pihak sekolah dimaksud, administrasi izin operasionalnya harus dilengkapi. Jika tidak lengkap, tidak akan kita izinkan,” paparnya. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com