Kotabumi (HS) – Ratusan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara menggelar aksi demo di halaman Pemerintah Daerah setempat guna meminta Dr. Syah Indra selaku Plt Direktur RSUD, Ryacudu untuk diganti, Kamis (20/12/18).
Dalam tuntutannya Tenaga medis RSUD Ryacudu, selain meminta Plt Direktur untuk diganti serta meminta segera dibayarkannya honor pelayanan terhitung sejak bulan Juli 2018, kemudian mempertanyakan kejelasan tenaga honorer atau Tenaga Kerja Sukarela (TKS) menjadi Badan Layananan Umum Daerah (BLUD), serta menuntut untuk mengganti dr Syah Indra sebagai Plt RSUD Ryacudu.

Kedatangan mereka diterima Plh Sekda Sofyan, bersama Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Asisten III, Staf Ahli Bupati, untuk diajak berdialog di Ruang aula Tapis.
Plh Sekda Sopyan menjelaskan, “Tentu kita akan tindaklanjuti segera, dengan peraturan pak Bupati kita akan lakukan percepatan melalui bagian Hukum, kemudiam setelah perbup ini kitabrealisasikan jadi kita minta percepatan juga dilakukan kepada pihak Rumah sakit umum, dalam rangka menyusun detail apa yang mereka inginkan berkaitan dengan jasa pelayanan pihak rumah sakit itu melalui peraturan direktur dan diharapkan disusun secara lengkap oleh semua tim yang mewakili seluruh elemen yang ada di rumah sakit itu” pungkasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut Sopyan mengatakan, ” Tentu kita tidak semudah membalikkan telapak tangan, tentang pergantian direktur ini, itu mekanisme-mekanisme yang harus kita ambil dan pelajari sudah sejauhmana pentingnya direktur itu untuk diganti, paling tidak buat kita tentu kehadiran direktur itu bagaimana roda pelayanan dirumah sakit itu bisa berjalan dengan maksimal dengan baik kemudian apa yang menjadi hasrat keinginan SDM yang ada disana itu juga terpenuhi” paparnya.
Lanjut Sopyan, ” Mudah-mudahan ini adalah kejadian yang terakhir, kita berharap karena kita pikir sepanjang saluran komunikasi yang kita bangun secara bersama-sama ini akan membuahkan hasil yang baik” tutupnya.
Salah seorang Tim medis RSUD Tabrani mengatakan, ” Sebenarnya kita meminta kejelasan tentang tenaga kerja BLUD, tenaga BLUD ini harus jelas, menentara SK nya sekarangkan masih ada yang TKS dan masih ada yang Honor, yang kedua permintaan kita adalah jasa pelayanan yang belum dibayarkan dari bulan July, saya hanya menyampaikan tuntutan kawan-kawan apasih kendalanya jasa pelayanan belum terbayarkan mungkin memang ada kendal-kendala yang belum tersambungkan komunikasinya disini dan satu lagi kita sebenarrnya merombak manajemen itu tuntutan dari kawan-kawan karena sumber dari kelambatan sumber dari permasalahan-permasalahan yang muncul menurut kawan-kawan yang ada ini adalah di direktur sebagai pembuat kebijakan tertinggi di rumah sakit,” tutupnya.(Efri).



