Petahana Bupati Lampung Utara Mulai Dikritisi

Bagikan
  • 65
  •  
  •  
  •  
  •  
Kotabumi (HS) – Suhu politik Lampung khususnya Kabupaten Lampung Utara, menjelang pilkada, semakin terasa  menghangat dengan mulai munculnya beberapa Calon yang akan mengikuti dalam ajang kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Lampung Utara (Lampura) yang akan berlangsung tahun 2018 mendatang.
Aprozi Alam, salah satu kandidat bakal calon Bupati misalnya melontarkan kritikan-kritikan terhadap jalannya sistem pemerintahan daerah yang saat ini dipimpin oleh Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Dia (Aprozi) menuding bahwa dalam menjalankan kebijakan pemerintahan, pejabat-pejabat di Lampura telah banyak melakukan kebohongan publik terutama yang berkaitan dengan program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yakni kesehatan dan pendidikan gratis.
Menurut dia kesehatan gratis dan pendidikan gratis itu semua merupakan program pemerintah pusat. ” Kalau kesehatan itu ada aturannya​ yang dikeluarkan  oleh Presiden nomor 6 tahun 2013 tentang BPJS. Jadi masyarakat yang ikut BPJS Otomatis berobat gratis. Inikan pendomplengan program,” ujar  Aprozi usai membuka Turnamen piala bergilir Volly  Aprozi Cup, yang diikuti 55 tim yang terdiri dari 41 tim putra dan 14 tim putri. di halaman kelurahan Rejosari (7/5).
Demikian juga program pendidikan, kata dia, pemerintah pusat telah mewajibkan pendidikan 9 tahun. ” Jikalau saya menjadi Bupati, program saya yakni kesehatan plus-plus dan pendidikan plus-plus. Artinya masyarakat bisa berobat kemana saja hanya dengan modal KTP kalo dia tidak ikut BPJS. Begitu juga Pendidik khususnya PAUD dan TK,  SMP kita backup,  sedangkan SMA tanggungjawab Provinsi, “terang dia.
Masih menurut dia, dirinya maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati merupakan panggilan moral sebagi putra asli Lampura karena melihat kondisi daerah yang sudah tua tetapi lamban dalam perkembangan dan kemajuan. Yang menjadi keprihatinan lagi, kata dia, tingkat keamanan yang rendah, tingginya penyalahgunaan narkoba serta banyaknya angka kemiskinan di Lampura.
” Sebagai kabupaten tua yang telah melahirkannya beberapa kabupaten bahkan memiliki cucu, perkembangan Lampura sangat lamban dan tertinggal dengan kabupaten anak-anak nya. Saya tekankan bukan tidak ada kemajuan tetapi kemajuan tidak sesuai dengan umurnya. Maka itu ini harus dirubah,” seru pengusaha sekaligus politikus Golkar ini.
Diapun mengatakan akan mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati pada bulan Oktober mendatang dan optimis bakal diusung partai Golkar. ” Bulan 10 saya akan deklarasi berikut bersama calon wakilnya,” pungkasnya.(Efry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com