Perkuat Pendidikan Dini, PAUD Lampung Utara Disuntik Dana

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kotabumi mendapat suntikan dana dari pemkab Lampung Utara sebesar Rp 6,7 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibanding tahun 2016, yang hanya Rp 4,4 miliar, Selasa (31/1).

Endah Kartika Prajawati Agung, Bunda PAUD Kabupaten Lampung Utara, dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD Desa dan Kecamatan se-Kabupaten setempat, di aula BP4K Kotabumi, Lampung Utara.

“Terbatasnya sarana dan prasarana, kurangnya alat bermain, belum didukungnya tenaga pengajar yang mumpuni, terbatasnya kemampuan orang tua dalam mendukung pembiayaan PAUD, menjadikan problem sekaligus tantangan bagi kita semua. Karena itu, tahun ini Bupati meningkatkan bantuan operasional PAUD menjadi Rp 6,7 milar,” tutur Bunda PAUD Endah.


Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting, lanjut Endah, untuk menunjang kehidupan, pendidikan berfungsi sebagai upaya untuk peningkatkan kualitas.

“Peran pendidikan juga penting dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Maka dari itu, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional,” katanya.

Karena itu rakor yang diselenggarakan dapat menghasilkan berbagai terobosan dan keputusan penting, yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam percepatan pembangunan PAUD yang berkulitas.

Di tempat sama, Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan (Diknas) Imam Hanafi, mengungkapkan jumlah PAUD di Lampura sebanyak 448 PAUD, yang meliputi taman penitipan anak, kelompok belajar (Kober), TK, serta Satuan Paud Sejenis (SPS).

“Anggaran yang diberikan Pemkab akan digunakan untuk tiga komponen, yakni pembelajaran 50 persen, pendukung 35 persen dan lain lain sebanyak 15 persen,”ungkap Imam.

Ketika ditanya mengenai masih adakah Desa di Lampura yang belum memiiki PAUD, dengan lugas Imam menyebutkan jika terdapat 25 Desa yang belum memiliki PAUD.”Kendlala belum terbntuknya PAUD itu karena jarang penduduknya, serta anak usia dini sedikit bahkan tidak ada,”pungkasnya. (efry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com