Perjuangan Para Guru Menantang Takdir di Tanah Licin Pekon Terluar Semaka Tanggamus

Bagikan Berita

Tanggamus (HS) – Di kejauhan, di perbatasan terluar Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, terdengar getaran perjuangan tanpa pamrih dari para pahlawan tanpa tanda jasa, para guru SD dan SMP Satu Atap di Pekon Wargomulyo.

Perjalanan mereka setiap hari, khususnya saat cuaca hujan, menjadi episentrum dramatisasi kisah hidup yang patut mendapat perhatian khusus.

Sekolah yang berada di Pekon tersebut memaksa guru-guru tersebut untuk menghadapi tantangan luar biasa. Jalan satu-satunya yang harus mereka tempuh, terutama saat hujan, adalah tanah licin yang bisa menjadi arena uji nyali.

“Orang mah ngajar rajin pake high heels, lah aku pake sendal jepit,” ungkap Dwi Fitri Nandayani, salah seorang guru SD Wargomulyo di akun Facebooknya.

Ungkapan sederhana itu menggambarkan ketidak mudahan yang mereka hadapi dalam meniti perjalanan menuju atau pulang dari sekolah. Jalan yang licin dan terpencil membuat perjalanan mereka menjadi ajang petualangan sehari-hari.

Tak ada pilihan bagi para guru ini untuk tidak melintasi rintangan tersebut.

Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi bagian dari pengorbanan yang mereka lakukan demi memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anak di Pekon tersebut.

Pahlawan tanpa tanda jasa ini menghadirkan gambaran dramatis tentang dedikasi guru-guru di daerah terluar. Mereka berjuang melawan cuaca dan medan sulit, mengukir harapan di tengah ketidakpastian.

Sementara kita seringkali mendengar kisah-kisah heroik di medan perang, perjuangan para guru di SD Wargomulyo ini menunjukkan bahwa pertempuran untuk pengetahuan dan pendidikan dapat terjadi di tempat-tempat terpencil yang jarang terdengar namanya.

Keberanian mereka adalah cahaya yang menerangi jalan menuju pengetahuan, meskipun harus melewati tanah licin dan tak terjamah.

Menurut keterangan Dwi, perjuangan beratnya ketika musim hujan tiba, sebab ketika cuaca panas hanya debu yang menyiram tetapi perjalanan tidak terganggu.

“Perjuangannya kalok musim hujan gini ya luar biasa,” kata Dwi Rabu 17 Januari 2024, malam.

Dwi berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan yang sangat dibutuhkan warga maupun para guru sehingga dapat melintas dengan nyaman serta aman. (*)

https://www.hariansumatera.com