Pengurus IWO Ingin Budaya Demokrasi Terjaga

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Seluruh anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) berkomitmen hasil musyawarah dan mufakat dalam agenda rapat pleno pemantapan kepengurusan oleh Dewan Kehormatan bersama Dewan Etik Kabupaten Lampung Utara, pada Minggu 3 September 2017, adalah baku. 

Kesepakatan itu disetujui oleh seluruh anggota IWO Kabupaten Lampung Utara yang ikut hadir dalam agenda rapat pleno tersebut, Minggu (3/9/2017) tepat pukul 15.30 WIB.

Sebelum disepakatinya keputusan itu terlebih dulu penyelenggara rapat pleno (Dewan Kehormatan dan Dewan Etik) mempersilakan masing-masing anggota menyampaikan uneg-uneg dan masukan untuk kebaikan dan keutuhan IWO di Kabupaten Lampung Utara.

Pada kesempatan itu, Ardiansyah menyatakan pendapat dan harapannya agar pleno hanya terjadi kali ini saja. “Pada dasarnya kami setuju dengan perombakan ini, namun seandainya ada kejadian serupa dikemudian hari, apakah akan diadakan rapat kembali? Harapan kita cukup satu kali ini saja,” kata Ardiansyah.

Lalu, Yoanda Harun, menyampaikan sekilas yang mendapatkan mandat untuk membentuk kepengurusan IWO di Kabupaten Lampung Utara dari DPW Provinsi Lampung.

 

“Awal yang menerima mandat secara lisan itu saya oleh Ketua DPW, tapi saya arahkan kepada Yasen, karena Yansen belum siap kami menyatakan belum menyanggupinya waktu itu. Lalu mandat dari DPP turun kepada Marliandi, Khoiril Syarif dan Sarnubi untuk melakukan pembentukan kepengurusan di Lampung Utara,” paparnya.

Kemudian Panji Harkenas, menyatakan bahwa seluruh anggota memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu tubuh organisasi. “Ini merupakan bentuk demokrasi kita,” ujar dia.

Dilanjutkan pernyataan dan masukan dari Efri Antoni, yang menyatakan jika terjadi perombakan struktur IWO Lampung Utara pada hari itu untuk dikemudian hari diharapkannya tidak kembali terjadi dan tidak menuai permasalahan dengan unsur pimpinan baik DPW atau DPP. “Karena beberapa hari lalu dua kepengurusan DPD di Provinsi Lampung telah dikukuhkan bersama DPW Lampung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula Ahmad Besar Wage Budaya yang kesehariannya dipanggil Alex, mengharapkan setelah terjadinya perombakan dalam kepengurusan itu tidak akan terulang dikemudian hari. “Kita berharap hal semacam ini tidak ada lagi kedepan karena kita menginginkan ini tidak terjadi lagi,” sambung Alex.

Pada penjaringan aspirasi tersebut, Hantoni, mengajukan agar tidak menimbulkan efek di kemudian hari meminta dewan kehormatan dan dewan etik membentuk tim sidang untuk menindak lanjuti pembentukan kepengurusan baru setelah disepakatinya pembekuan kepengurusan awal.

Kemudian dilanjutkan pernyataan dari Fazri Romi, yang menyatakan di dalam tubuh organisasi wartawan yang menggelar rapat secara terbuka untuk memutuskan kesimpulan meminta pendapat terlebih dulu kepada seluruh anggota.

“Sudah beberapa organisasi baru kali ini adanya rapat yang digelar penyerapan aspirasi anggota,” ungkapnya.

Setelah menerima masukan-masukan anggota Dewan Kehormatan dan Dewan Etik yang disetujui seluruh anggota membentuk pimpinan sidang. Yang sebelumnya Yansen Atik selaku dewan etik menjelaskan bahwa perombakan itu tidak ada masalah karena itu sudah seharusnya ditindak lanjuti demi keutuhan IWO di kabupaten setempat.

“Perombakan ini masih bisa dilakukan karena sebagai acuan AD/ART belum dibuat, karena di dalam Mubes nanti diantara yang akan dibahas itu termasuk tentang AR/ART,” kata Yansen.

Disambung oleh Dewan Kehormatan Mirza, pemantapan itu masih dapat dilakukan karena seluruh anggota menghendaki IWO di Lampung Utara dapat berjalan.

“Karena masalah penetapan awal sempat saya mengajukan usulan agar pembentukan ditunda, tapi karena waktu itu menurut pemegang mandat, kepengurusan inti itu hanya bisa dilakukan terhadap masing-masing pemegang mandat. Sehingga kata saya untuk apa mengundang kami kalau itu yang dikehendaki oleh pemegang mandat,” ungkap Mirza.

Untuk itu, meninfak lanjuti keluhan dan masukan-masukan seluruh anggota, lanjutnya, pada rapat itu masing-masing anggota dipersilakan untuk menyampaikan aspirasinya.

Akhir kesimpulan hasil musyawarah dan mufakat ditetapkanlah kepengurusan yang baru dan dibakukan untuk melanjutkan roda organisasi ikatan wartawan online di Kabupaten Lampung Utara itu dengan hasil kesepakatan bersama menyetujui Khoiril Syarif sebagai ketua, Mirza selaku sekretaris, dan Sarnubi disepakati untuk menjadi bendahara. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com