Penerima Tak Dilibatkan Langsung saat Dana BSPS Disalurkan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTABUMI (HS) – Sejumlah penerima dana BSPS Kabupaten Lampung Utara mengaku tidak tahu mekanisme tata cara pencairan dana bantuan bedah rumah sesuai ketentuan.

Sejatinya, setiap penerima bantuan menerima dana BSPS yang disalurkan melalui dua tahap sebesar Rp 7,5 juta per orangnya. Namun nyatanya, mereka hanya menerima bantuan dalam bentuk material bangunan yang jumlah nominalnya pun jauh dari yang seharusnya (7,5 juta rupiah) sarat dengan kejanggalan.

Pihak Bank Lampung, Ermawati, Penyelia, ketika dikonfirmasi awak media menjelaskan, bahwa pada proses penyaluran dana BSPS Bank hanya sebagai penyalur dana ke penerima, itu pun setelah ada rekomendasi dari pemerintah setempat.

“Kalau di sini hanya sebatas menyalurkan saja, Yang ngambil dana orang yang bersangkutan sesuai dengan KTP dan rekening, karena dana BSPS ini dari Pemerintah kami menerima SP2D, kita salurkan kepenerima udah itu aja.” jelas Ibu Ermawati, Penyelia di Bank Lampung, Kotabumi, Senin lalu (22/01/19).

Dirinya pun mengatakan, tidak mengetahui bagaimana proses pembelian barang, ditegaskannya Bank hanya sebagai penyalur. “Gak tau kita (dana dikirim ketoko) kita hanya menyalurkan ke penerima saja perorangan,” Terangnya.

Ditempat yang berbeda, Berbanding terbalik sebagaimana dituturkan salah satu warga penerima BSPS warga Bedeng satu, kelurahan Kotabumi udik, Kecamatan Kotabumi kota, MI (35) selama ini proses dari awal pendataan dirinya hanya dipanggil satu kali di Kelurahan, untuk pembuatan buku rekening, membawa materai 6000 enam biji, kemudian disuruh tanda tangan oleh fasilitator yang juga dihadiri oleh pihak Bank.

“Selama ini saya hanya terima barang aja, saya tidak tau bentuknya buku rekening itu serta proses pencairan nya saya tidak tau, waktu itu saya di kumpulkan di kantor kelurahan dengan membawa materai 6000 enam biji kemudian diminta tanda tangan,” Terangnya.senin (22/01/19).

Lebih lanjut WI mengatakan kepada media ini, sesuai dengan prosedur disebutkan bahwa untuk proses pencairan dana langsung ke rekening penerima bantuan, dan yang mencairkan pihak penerima atau pemilik buku rekening,”Tapi ini justru Tim fasilitator dan Pendamping yang melakukan pencairan di Bank,” Tegas WI.

Atas kejadian ini, MI (35) warga Bedeng satu, kelurahan Kotabumi udik, Kecamatan Kotabumi kota, Lampung Utara. Mendesak pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini sesuai hukum yang berlaku. “Kami berharap Aparat Kepolisian dan kejaksaan negeri bisa mengusut tuntas kasus ini,” tandasnya.(Efri),

(Visited 102 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://www.hariansumatera.com
MENUMENU