Pelapor Kaesang Pengagum Rizieq Shihab

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jakarta (HS) –  M. Hidayat Situmorang pelapor Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), sempat menyinggung sikap Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengusut kasus percakapan mesum Rizieq Shihab. Itu disampaikan Hidayat saat disinggung alasannya membidik Kaesang dalam kasus ujaran kebencian.

“Pertanyaannya ngeri-ngeri sedap ini, kalau ada pertanyaan yang mirip, sampaikan ke pak Tito (Kapolri). Pak Tito kenapa yang dibidik Pak Habib Rizieq? Ini sebuah kondisi seharusnya yang tak terjadi,” kata Hidayat saat ditemui di kediamannya di Jalan Palem V Perumnas I Jakasampurna, Bekasi Barat, Rabu 5 Juli 2017.

Hidayat mengaku sebagai pengagum Rizieq. “Saya mengagumi Rizieq,” ujar dia.

Namun, Hidayat membantah kalau dirinya sengaja membidik Kaesang dalam kasus ini. Dia mengklaim, sebelum Kaesang, ada pihak lain yang dilaporkan ke polisi dengan dugaan ujaran kebencian.

“Boleh dicek di Polres Bekasi Kota, di Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri. Pasti ada laporan dugaan pidana ujaran kebencian yang dilaporkan oleh Pak Muhammad dari Bekasi,” ujarnya.

Sejumlah pihak yang pernah dia laporkan ke polisi antara lain dosen Universitas Indonesia Ade Armando, akun media sosial yang tidak dikenal atau palsu, dan penggarap film pendek Kau Adalah Aku Yang Lain, Anton Galon.

“Macem-macem. Kalau ditanya ke Polres Bekasi, pasti susah ngitungnya berapa laporan yang saya buat di sana,” ujar dia.

Hidayat kembali menegaskan laporan itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap banyaknya kasus ujaran kebencian di media sosial. Dia berharap laporannya membuat warganet menahan diri menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

“Saya tak memandang si pelaku itu anak Presiden, Ade Armando, akun palsu, atau segala macam. Saya anggap tindakan melontarkan ujaran kebencian di medsos itu adalah kejahatan yang harus diberangus,” ujar dia.

Pada 27 Mei, Kaesang mengunduh video blog (vlog) berdurasi lebih dari dua menit di saluran YouTube-nya berjudul #BapakMintaProyek. “Emangnya masih zaman minta proyek sama orangtua yang di pemerintahan? Dasar ndeso,” kata Kaesang di video itu.

Kaesang mengulang pernyataan itu, namun menyensor kata ‘ndeso’ agar lebih sopan saat membicarakan soal isu SARA. Menurut Kaesang, masyarakat harus kerja sama membangun Indonesia lebih baik, bukan menjelek-jelekan, mengadu domba, dan mengkafir-kafirkan orang lain.

“Apalagi ada kemarin yang enggak mau mensalatkan, padahal sesama muslim, karena cuma perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba? Dasar … (sensor),” ujar Kaesang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com