Bandar Lampung (HS) – Kualitas pekerjaan Tambal Sulam Jalan Ruas Simpang Kuripan Putih Doh dan Simpang Sukamara Kuripan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung UPTD-5 Tanggamus, menuai protes warga, akibat pekerjaannya asal-asalan, Kamis (5/12/2024).

Alan Santosa Ketua Aliansi Pemuda & Mahasiswa Tanggamus mengatakan kronologis kejadian, berawal salah seorang warga Kecamatan Limau kabupaten Tanggamus, melakukan kritik atas kualitas pekerjaan Dinas BMBK Provinsi Lampung UPTD-5 Tanggamus.
Hal ini sempat menuai kekisruhan disaat kepala UPTD Tanggamus menemui salah seorang warga yang mengkritik di lapangan melakukan komunikasi dan Kepala UPTD tersebut memberikan amplop, namun ditolak, ungkap seorang warga.
Selang beberapa hari pihak Dinas BMBK UPTD Tanggamus mengajak warga yang melakukan kritik tersebut untuk bertemu di salah satu kafe di Kemiling Bandar Lampung. Dalam pertemuan tersebut kembali ditawari amplop, namun warga tersebut tetap menolak karena hanya punya niat pembagunan bersumber dari anggaran APBDP Provinsi lampung itu, terealisasi dengan baik, sesuai juklak & juknis, yang ada di Surat Perintah Kerja.
Setelah protes dilayangkan oleh warga, alhasil jalan yang baru saja di perbaiki oleh pihak Dinas BMBK melalui UPTD 5 Tanggamus nampak rusak kembali, padahal baru diperbaiki.
Analisa masyarakat awam, terdapat kekurangtepatan dalam pengerjaan proyek tersebut, sehingga pekerjaan proyek tersebut cepat rusak.
Menurut masyarakat penyebab nya diantaranya :
- Ada kesalahan sistem & proses pada kegiatan Tambal sulam tersebut dari awal, sehingga tetap rusak meski sudah di perbaiki
- Lapisan dasar jalan yg diperbaiki ditabur semen kemudian disiram aspal hotmik,sehingga tidak menyatu antara semen & aspal apalagi dimusim penghujan seperti saat ini.
- Ditenggarai banyaknya permainan dilapangan alias kong kalikong antara pengawas dr UPT 5, Kepala UPTD dengan Subkon.
- Bayaknya hal ditutup tutupi tetkait kurangnya ukuran baik sisi spesipikasi dan kuantitas pekerjaan sehingga berdampak pada buruknya kualitas hasil kegitan tersebut
- Indikasi banyak nya permainan pengawas lapangan terkait kegiatan tersebut, sehingga anggaran APBDP untuk kegiatan itu ditenggarai banyak kebocoran.
Memperhatikan permasalahan tersebut, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Tanggamus àkan melakukan Aksi unjuk rasa ke Dinas BMBK Provinsi lampung, sekaligus akan menyampaikan laporan resmi, kepada pihak penegak hukum pada hari Rabu minggu depan ini dengan agenda Tuntutan sebagai berikut
- Aliansi Pemuda & Mahasiswa Tanggamus akan meminta kepada Kadis BMBK Provinsi Lampung, segera merekomendasikan pencopotan jabatan Kepala UPTD Tangggamus kepada Gubernur Lampung
- Segera menonaktifkan pengawas UPTD 5 yg terlibat pada kegiatan tersebut.
- Kadis BMBK Provinsi lampung segera instruksikan kepada kepala UPTD 5 Tanggamus agar membongkar ulang dari awal kegiatan UPTD 5 Yang berada di Ruas Simpang Kuripan Putih Doh dan Simpang Sukamara Kuripan.
Statement ini disampaikan oleh Alan Santosa selaku Ketua Aliansi Pemuda & Mahasiswa Tanggamus. (Edt)



