Panwaslu Tanggamus Temukan Pelanggaran Bakal Calon

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tanggamus (HS) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanggamus menemukan potensi pelanggaran jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus 27 Juni 2018 mendatang. Potensi pelanggaran yang diduga dilakukan oleh tim sukses, dua paslon tersebut telah terjadi di 17 Kecamatan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tanggamus, Dedi Fernando menyampaikan, terhadap temuan potensi pelanggaran tersebut, pihaknya belum dapat menyimpulkan itu merupakan pelanggaran, hal tersebut karena dua paslon yang ikut dalam pilkada Tanggamus 2018 ini, belum resmi ditetapkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati, berbeda jika itu kembali dilakukan pada saat telah ditetapkan sebagai paslon pada tanggal 12 Februari 2018.

“Pengawasan telah kita lakukan sesuai tahapan, nah terkait temuan potensi pelanggaran yang selama ini ada, kami belum bisa katakan itu pelanggaran karena belum ditetapkan sebagai paslon, berbeda jika sudah ditetapkan sebagai paslon, sanksi tentu akan berjalan, dan kita bersama dengan Kepolisian, Kejaksaan akan memproses itu,”kata Dedi Fernando, Rabu (31/1).

Upaya Panwaslu, untuk mencegah potensi pelanggaran agar tidak terjadi, lanjutnya, Panwaslu dalam hal ini telah melakukan pencegahan pelanggaran dengan memanggil serta memberikan surat kepada tim sukses yang diduga melakukan potensi pelanggaran, sebab jika itu terus dilakukan terlebih pada saat resmi ditetapkan sebagai paslon, maka sanksi terberat adalah paslon tidak bisa ikut serta dalam pilkada.

“Nah ini upaya kita Panwaslu, untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi, sebelum ditetapkan sebagai paslon juga sudah ada sanksi yaitu sanksi terstruktur, sistematis dan masif, dan apabila ini terjadi setelah ditetapkan maka paslon bupati dan wakil bupati tidak bisa ikut pilkada,”ujarnya.

Ia menerangkan, potensi pelanggaran yang diduga dilakukan oleh tim sukses dua bakal paslon bupati dan wakil bupati Tanggamus tersebut, baik itu penemuan maupun laporan langsung dari masyarakat yakni, pembagian sembako, serta kalender, dan ini telah terjadi di 95 persen wilayah di Tanggamus, dan tim sukses yang bersangkutan telah diberikan himbauan.

“Dan kami juga imbau bagi seluruh ASN, untuk tidak terlibat dalam kampanye maupun sosialisasi yang dilakukan oleh bakal calon bupati dan wakil bupati, dan jika ditemukan, ada sanksinya karena kita ketahui bersama ASN pelayan publik dan harus netral, selain itu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah untuk sosialisasi paslon,” imbuhnya. (sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com