Ngabuburit Positif di Way Kanan: Baca Buku dan Takjil Gratis

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Way Kanan (HS) -Ngabuburit sambil baca buku & takjil gratis di Tugu Ryacudu Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Lampung, semakin menyemarakkan suasana puasa ramadhan.
Ramadhan sebagai bulan berkah yang penuh maghfiroh selalu tak lepas dari serba serbi aktivitas religiusnya. Seperti di Way Kanan ini barangkali bisa dicontoh. Sebagian masyarakat menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa, atau biasa disebut ngabuburit dengan membaca buku di Tugu Ryacudu, kecamatan Blambangan Umpu.
Berbagai buku disediakan di tempat itu, mulai buku anak-anak, buku untuk orangtua, buku agama, buku umum dan buku lainnya. Bahkan buku Al Qur’an juga disediakan bagi yang ingin membacanya. Yang tak kalah menarik di Tugu Ryacudu sore hari menjelang magrib itu, juga disediakan takjil berupa aneka kue dan minuman segar seperti es buah, es kacang ijo dan es sirup yang diberikan secara gratis bagi pembaca.
Penggagas kegiatan itu, Eko Prasetyo menyampaikan, bahwa ngabuburit baca buku plus takjil gratis tersebut dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu sore, sebagai sarana efektif bagi masyarakat setempat bersantai ria sembari menunggu waktu berbuka puasa.
”Saya melihat kegiatan literasi berupa gelar buku bacaan di Tugu Ryacudu ini merupakan hal positif yang diminati masyarakat. Sekaligus menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat disaat akhir pekan. Apalagi disini kami sediakan takjil bagi pembaca secara gratis, dengan syarat membaca buku Al Qur’an atau buku-buku lainnya,” ujar Eko, Minggu (04/5).
Takjil yang disediakan, lanjut Eko, selain dibuat dengan memakai uang pribadi juga diperoleh atas sumbangan masyarakat yang ikut peduli dengan kegiatan tersebut. Dalam satu hari Eko mengaku membuat 100 gelas minuman dan 100 bungkus kue untuk dibagikan ke para pembaca.
”Takjil yang diberikan gratis ini dibuat pakai uang dari kantong saya sendiri. Ada donatur juga yang ikut berbagi dengan menyumbangkan baik berupa dana atau kue yang siap santap. Ini dimaksudkan selain untuk menghidupkan Ramadhan sebagai bulan kebaikan melalui sedekah takjil, juga untuk merangsang masyarakat agar mau datang membaca buku di Tugu Ryacudu,” kata Eko lagi.
Membuka gelaran buku bacaan dan pembagian takjil itu Eko tak sendiri, kadang ia dibantu anak dan istrinya juga beberapa rekan-rekannya.
Haikal, salah satu rekan Eko mengatakan ikut tergerak membantu sedekah takjil dan menggelar buku bacaan karena dinilai sangat bermanfaat dan jarang orang yang mau melakukan hal seperti itu.
”Sering sekali saya ikut bantu Mas Eko, karena bagi saya jarang dan tidak banyak orang yang mau meluangkan tenaga, pikiran dan uang untuk hal yang bermanfaat, semisal gelar buku dan takjil gratis ini. Maka saya juga terkadang mengajak teman-teman yang lain untuk ikut berbagi walau ala kadarnya,” tukas Haikal.
Sementara itu Lidya, salah satu masyarakat Blambangan Umpu, merasa terbantu dan menikmati adanya ngabuburit di Tugu Ryacudu itu.
”Anak saya senang sekali saya ajak kesini. Buku-bukunya variatif dan tidak membosankan. Apalagi dikasih es buah nih. Setidaknya saya ikut terbantu karena dengan adanya kegiatan disini, saya gampang mengajak anak mencari tempat bermain yang positif,” tukas Lidya. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com