Gunung Agung (HS) – Miris!!!, Embah Paijah (70) warga Rt-15, Rw-3 Tiyuh Gunung Agung, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah kabupaten Tulang Bawang Barat, sepanjang hidupnya belum pernah mendapat bantuan jenis apapun dari dinas terkait, Sabtu (14/03/2020).

Warga miskin yang tinggal rumah tua di atas tanah miliknya menjadi saksi bisu, mbah Paijah (70), bisa makan kalau ada warga yang menyuruhnya mengurut, kalau tidak harus menahan perut, begitulah kehidupan seharian embah Paijah sebatang kara. Suaminya sudah lama meninggal, saat ini hidup bersama Ribut (20) anak kandungnya belum punya pekerjaan, tidak memiliki sawah-ladang, haya rumah tua ukuran 3m X 7m, luas tanahnya 10m X 8m. Lantai didalam rumah masih tanah, masak pakai kayu bakar, dibagian belakang rumah terdapat WC cemplung, lubang sumur galian ditutup pakai karung plastik, miris!!! melihatnya ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Yang patut kita pertanyakan, mengapa warga miskin ini bisa dilupakan oleh Diinas /Instansi terkait, soal pemberian bantuan buat warga tidak mampu, miskin dan jompo. Jangankan mendapat bantuan bedah rumah, lanteranisasi, jambanisasi, dan sejak pemerintah menggulirkan raskin, belum satu bulir beras masuk rumahnya .
Ketika di konfirmasi kepada Toni Kepala Tiyuh Gunung Agung kepada hariansumatera.com membenarkan mbah Paijah belum mendapat bantuan bedah rumah. Menurut Toni di Tiyuh Gunung Agung mulai Rk-01 sampai Rk08, sebanyak 100 rumah warga miskin belum mendapatkan bantuan bedah rumah. Menurutnya soal mbah Paijah meskipun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, hampir setiap bulan mendapatkan bantuan dari Tiyuh, selain dibantu menggunakan dana pribadi, mbah Paijah mendapat bantuan dari hasil pasar Tiyuh setiap bulannya. (gun) .



