Maulid Nabi di Musala Hidayatussalam Khidmad

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung (HS) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Musholla Hidayatussalam, Jaka Utama Kaliawi Kota Bandar Lampung, berlangsung khidmad, Sabtu malam, (16-11-2019).

Turut hadir dalam Acara Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Alim ‘Ulama dan Jama’ah Musholla Hidayatussalam.

Drs.Tabrani dalam ceramahnya, menjelaskan, “Dalam memeringati Maulid Nabi yang setiap tahun di adakan, hendaknya bukan hanya sekedar diperingati namun dapat diambil hikmahnya, bahwa Peringatan Maulid sarat dengan hikmah yang kita dapat.
Esensi adalah bagaimana Rasulullah Muhammad SAW, sebagai Penutup Para Nabi memberikan suri tauladan kepada umatnya, Nabi Muhammad SAW yang begitu dikasihi Allah.

Nabi yang telah diampuni dosa masa lalu dan masa datang dan manusia yang maksum yg paling sempurna, tetap tawadu’ dan kosisten dalam Da’wah dan Peng-Hambaannya kepada Allah SWT.

Beliau SAW tidak kurang ber-Istighfar 100 kali per-hari, selalu konsisten beribadah dengan tiada terbilang ratusan ayat yang dibacanya setiap sholat, tiada menyimpan rasa benci didalam hatinya yang suci dan selalu mengasihi siapa saja tanpa melihat siapa dan apa agamanya.

Beliau SAW, selalu tersenyum manakala sering di sakiti baik fisik maupun hatinya dan selalu ikhlas membantu, meski diri sendiri dalam keadaan susah. Nabi Muhammad SAW, mengajarkan kepada umatnya, bahwa sebagai umat muslim khususnya, merasa bersyukur dengan Islam sebagai agama kita.

Karena Islamlah Agama yang di Ridhoi Allah SWT, Beliau SAW mengajarkan bahwa keburukan hendaknya jangan dibalas dengan keburukan pula, tapi balaslah dengan kebaikan, dibalik kebaikan pasti ada kebajikan, meski hanya sebesar biji kurma.

Beliau SAW selalu memikirkan umatnya, terlebih kita umat yang hidup di akhir zaman, yang tidak pernah bertemu dan melihat secara langsung, tapi sangat besar kecintaan kita kepada Beliau SAW. Beliau SAW adalah uswatun hasanah dan Da’wahnya yang Rahmatan Lil ‘Alamiin serta Beliau SAW pun sangat besar kecintaannya pada kita umatnya,” jelasnya.

Pada akhirnya Ceramahnya Drs. Tabrani, menyampaikan kesimpulannya, bahwa teruslah kita belajar dan belajar memperbaiki diri, lakukan sunah-sunah yang diajarkan Nabi, dalam keseharian kita, ikhlas dalam memberi baik pikiran maupun hati, serta selalu mawas diri, bahwa sekecil apapun yang kita perbuat Allah SWT pasti mengetahui.

“Dengan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT, maka kita akan malu, bila melakukan kemaksiatan,” pungkasnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com