Masih Ada ADD Dipakai Tidak Tertib

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Pengerjaan Dana Desa (DD) pembangunan infrastruktur tembok penahan tanah (TPT) Desa Kedaton Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara, diduga kuat bermasalah. Diketahui, pembangunan infrastruktur TPT di desa tersebut bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2017 senilai Rp. 241.602.000,-.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari salah seorang warga setempat, IR, yang juga bekerja dalam pembangunan TPT tersebut, mengatakan, Kepala Desa Kedaton diawal pembangunan tidak melibatkan warga. Padahal, menurut IR, warga Desa Kedaton memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan tersebut.

“Pembangunan TPT ini sebelumnya tidak mempekerjakan warga Desa Kedaton. Kades memberikan pekerjaan ini kepada tukang dari Desa Subik. Sebagai warga di sini (Kedaton) kami sangat kecewa dengan hasil kerja mereka. Terbukti, pembangun TPT yang dikerjakan tukang dari luar desa kami terkesan asal jadi,” ungkap IR, saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan, Sabtu, (23/12/2017).

Diakui IR, pembangunan TPT Desa Kedaton sebelum memberdayakan masyarakat setempat tidak sesuai dengan konstruksi yang tertuang dalam gambar.

“TPT yang dibuat tegak lurus seperti membuat siring. Semestinya sesuai dengan gambar, TPT yang dibuat memiliki derajat kemiringan tertentu guna menahan tanah agar tidak erosi,” jelasnya seraya mengatakan pada saat tim monitoring kecamatan memantau melihat adanya kesalahan dalam teknis pekerjaan yang sudah terselesaikan.

“Akibatnya, TPT yang sudah jadi harus dikerjakan ulang mengikuti gambar yang telah ditentukan. Tentu saja ini menyebabkan bertambahnya waktu pekerjaan dan juga biaya material serta operasional,” papar IR.

Selain itu, awak media juga menemukan fakta material pasir yang digunakan juga tidak berkualitas. Saat ditanyakan, para pekerja tidak tahu-menahu mengenai sumber bahan dan material yang ada. “Kami hanya mengerjakan pekerjaan yang diupah secara harian. Untuk materialnya, Pak Kades yang menyediakan,” jelas IR.

Sementara itu sampai berita ini diturunkan, Kades Kedaton Mundakir belum dapat dimintai keterangan. Ketika awak media berkunjung ke kediamannya, Sabtu, (23/12/2017), sekira pukul 10.15 WIB, salah seorang keluarga Mudakir mengatakan dirinya tidak sedang berada di rumah.

“Bapak baru saja keluar rumah,” jelas salah seorang wanita, keluarga Mudakir. Saat coba dihubungi melalui sambungan ponsel, meskipun aktif, Kades Kedaton tidak mengangkatnya.

Secara terpisah Camat Abung Tengah, Mulyadi, ketika di konfirmasi via telp mengatakan kesalahan teknis pengerjaan Dana Desa (DD) di Desa Kedaton bukanlah mutlak kesalahan Kades Mudakir.

“Ini juga merupakan kelalaian panitia Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang tidak melakukan pengawasan pekerjaan,” jelas Camat Abung Tengah, Mulyadi, Sabtu, (23/12/2017), melalui sambungan ponsel, seraya mengatakan pihaknya sudah melakukan monitoring dan memberikan saran agar pelaksanaan pekerjaan DD Desa Kedaton dilakukan pembenahan,”saya sebagai pembina kades sudah memerintahkan di bulan 12 ini diupayakan selesai kalau tidak ingin terkena sangsi dengan kembalinya Dana tersebut ke kas negara,” terang Mulyadi Camat Abung Tengah. (efri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com