Legenda Hollywood, Zsa Zsa Gabor, Meninggal di Usia 99 Tahun

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Los Angeles – Mega Bintang legendaris Hollywood, Zsa Zsa Gabor, yang lebih dikenal dengan kisah percintaannya yang luar biasa dibanding akting dalam film, meninggal dunia pada Minggu, 18 Desember 2016. Gabor mengembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung. Hal tersebut disampikan oleh suaminya, Frederic von Anhalt.

Dengan nada sedih, Frederic mengatakan, Gabor, 99 tahun, meninggal dunia di kediaman mereka di samping keluarga dan teman-temannya. “Semua berada di sisinya. Dia tidak meninggal sendirian,” katanya, seperti yang dilansir BBC pada Senin, 19 Desember 2016.

Gabor yang lahir di Hongaria, memulai karir panggungnya di Wina, Austria, setelah dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Hongaria pada 1936. Dia hijrah ke Amerika Serikat  pada 1941.

Gabor menjadi fokus pencarian bakat dan gaya ala Eropa dengan kepribadian yang memiliki daya tarik tersendiri. Dia telah bermain di lebih dari 70 film, tapi lebih terkenal dengan gaya hidup selebritisnya yang glamour dan mewah.

Peran film pertamanya sebagai aktor pembantu lewat film Lovely to Look At. Kemudian lewat film WE’RE Not Married! dan memegang peran utama lewat film Moulin Rouge (1952) arahan John Huston. Huston pun menggambarkannya sebagai aktris yang hebat.

Namun sepanjang karirnya, wanita ini lebih terkenal dengan kehidupan pribadinya. Dia memiliki sembilan orang suami dan pernah menikahi pengusaha hotel, Conrad Hilton dan aktor George Sanders.

Dia pertama kali menikah pada usia 20 dan pernikahan terakhirnya, saat ia berusia 70 tahun sekaligus menjadi umur pernikahan terpanjangnya hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Dalam otobiografinya 1993, dia mengaku kehilangan keperawanannya untuk Kemal Ataturk, pendiri Turki modern, ketika  berusia 15 tahun.

Dia juga mengaku pernah berhubungan dengan Sean Connery dan Frank Sinatra, terlepas dari daftar suaminya. Gabor  mengaku pernah menolak cinta John F. Kennedy dan Elvis Presley.

Gabor pernah berkata, “Pria selalu menyukai saya dan begitu juga saya. Saya suka pria bersifat ‘kejantanan’ yang tahu cara berbicara dan memperlakukan wanita -bukan hanya sekedar memiliki tubuh tegap.”

Memasuki 90-an, kondisi kesehatannya mulai memburuk dan harus menggunakan kursi roda setelah kecelakaan mobil pada 2002 di Sunset Boulevard, Los Angeles. Dia selamat dari stroke pada  2005 dan 2007. Sejak itu ia hidup dengan bergantung pada suaminya. Pada tahun 2011, dia menderita infeksi yang memaksa kaki kanannya diamputasi untuk menyelamatkan hidupnya. tempo.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com