Lapas Kota Agung Dikunjungi Tim WBK Kanwil Kemenkumham Lampung

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Lembaga permasyarakatan (Lapas) kelas 2B Kota Agung, mendapatkan kunjungan dari UPT Puskesmas Negara Batin kecamatan Kota Agung Barat, kemudian Tim dari Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Kanwil Kemenkumham Provinsi Lampung melakukan survey Zona Integritas di Lapas tersebut, dan kedua Tim disambut langsung oleh Kalapas Kota Agung Benni Nurahman beserta jajarannya, Selasa (18/2/2020).

Petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Negara Batin Kecamatan Kota Agung Barat yang diwakili pengelola kesehatan lingkungan, mengunjungi Lembaga Permasyarakatan dengan melakukan Like Higinies Sanitasi dan Jasa Boga pada lapas Kota Agung guna mendapatkan sertifikat dari Dinas Kesehatan Tanggamus.

Tim UPT selain dari melihat kebersihan ruang dapur Lapas Kota Agung mereka juga melihat secara langsung cara memasak makanan untuk para warga binaan dan memastikan kehigienisan makanan warga binaan Lapas.

Kemudian Lapas kelas 2 B Kota Agung terus melakukan pembenahan dan membuat terobosan, serta program-program disemua bidang. Kegiatan dilakukan guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berkunjung, kewarga binaan maupun pegawai lapas itu sendiri.

Sutrisno UPT puskesmas didampingi Kalapas serta jajarannya, usai melihat kondisi dapur umum dihadapan wartawan hariansumatera.com mengatakan, dirinya hadir untuk menindak lanjuti surat permohonan dari Lapas IIB Kota Agung, dalam rangka melihat kelayakan dari dapur milik Lapas setempat, mulai dari bahan yang akan dimasak, penyajiannya, sampai pendistribusian kepada warga binaan, diharapkan apa yang di sajikan kepada warga binaan ini layak di makan atau konsumsi, merasa nyaman dan sehat. ” Karena pangkal semuanya berawal dari dapur yang sehat, untuk hasil tinjauan tadi telah kita lihat bersama, lantai sangat bersih, bangunan kokoh, tak ada celah tikus, cicak, kecoa untuk masuk, semua cukup higienis, bersih semua, cahaya yang masuk pun dengan leluasa, ini sudah memenuhi standar,” ujarnya.

Lanjutnya, dari segi makanan juga tak lepas dari pantauan tim kesehatan ini, menunya sendiri selalu berganti di setiap harinya, mulai dari daging, telor, ayam, ikan, proteinnya seperti tempe, sangat bagus bagi para napi, setelah ini pihaknya akan melakukan tahapan selanjutnya, untuk melengkapi ceklis dokumen lapas ini, akan segera diserahkan kepada kabupaten, setelahnya akan membuat surat rekomendasi dibawa ke DPMPTSP Tanggamus dalam mengurus perizinan agar keluar surat Izin Laik Higienis,”tandas Soetrisno.

Kalapas IIB Kota Agung Beni Nurrahman turut mengapresiasi atas kedatangan dua tim berbeda hari ini, dirinya bersama jajaran Lapas KotaAgung selalu mencoba memberikan yang terbaik selain di dalam internal pegawai dengan menekankan kinerja yang baik, dan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik, demi menjadi yang terbaik untuk mendapatkan predikat WBK dan WBBM.

Selain itu, kedatangan Tim Kesehatan Puskesmas Kota Agung Barat ini, ini berkesinambungan beberapa waktu lalu pihaknya telah meminta tim kesehatan untuk melihat dapur Lapas apakah sesuai standar agar dapat memberikan rekomendasi Like Higienis.

” Kita minta cek karena ini berkaitan dengan jatah makan buat warga binaan, benar yang telah disampaikan tadi kesehatan asal muasal datangnya dari dapur. Dapur bersih, makanan layak, sesuai dengan kebutuhan nabati, hewani, dan proteinnya warga binaan kita sehat, ini sudah sesuai yang kita harapkan, selama ini tak ada keluhan dari mereka (Napi) nasi keras atau lainnya.

Kondisi ini akan kita selalu jaga dan tingkatkan lagi, apa lagi Tim Kesehatan tadi rencana ada program kegiatan petugas dapurnya akan ada pelatihan Tata Boga, supaya pengolahan bahan makanan kita ini semakin baik dan betul-betul yang harapkan. Selain itu Lapas Kelas IIB Kota Agung bisa meraih predikat WBK, kita berikan semangat kepada anggota Lapas ini dengan slogan “Lastagung Pasti Jaya”. Lapas Kotaagung, Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, Inovatif, Jangan Halinar, Agamis, Yakin bisa WBK, Adalah doa kita,” tutup Beni.

Adapun dari Tim Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung ini di pimpin oleh Kasubag Program Muhamad Zuhri, kedatangan ini untuk melihat sejauh mana perkembangan di Lapas maupun pegawai demi untuk meraih predikat wilayah bebas korupsi (WBK) serta wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Di hadapan awak media, Kasubag Program Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung yang juga ketua Tim Balitbang Hukum dan HAM menyampaikan bahwa, demi mengumpulkan data-data yang valid, kedatangan ia bersama Tim Balitbang Hukum dan HAM, kali ini agak berbeda dari sebelumnya, yakni dengan menggunakan pakaian biasa pada umumnya untuk dapat berbaur di masyarakat sekitar Lapas, sebab masyarakat dapat terbuka dalam memberikan informasi sebenarnya.

WBK adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan system manajemen SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja. Sedangkan predikat Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja/satuan kerja yang sebelumnya telah mendapat predikat menuju WBK dan memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan kualitas pelayanan publik.

” Selain itu juga, untuk melihat pelaksanaan reformasi dan birokrasi sudah jalan apa belum, ada enam area perubahan yang harus di laksanakan seperti yang telah disebutkan tadi. Nah, yang menjadi tolak ukurnya adalah tentang pelayanan publik, dalam rangka memperbaiki kinerja untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,”jelasnya

Untuk tahapannya sendiri, yang tahap pertama telah dilakukan deklarasi, kemudian semua pegawai Kemenkumham harus menandatangani fakta integritas lalu dilakukan survey di lapangan, untuk yang saat ini adalah survey ke para pegawai juga, selain survey pendapat dari masyarakat terkait dengan korupsi, pungli dan lain sebagainya. ” Ada dua macam survey yang dilakukan salah satunya dengan melakukan penempelan barcode di depan lapas yang bisa di akses masyarakat luas, dan untuk pegawai sendiri ada juga didalamnya. Bahan survey ini akan menjadi bahan evaluasi dan kajian kita nantinya,”pungkasnya. (Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com