K@WAN Gelar Pesona Mudik 2017 Way Kanan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Way Kanan (HS) – Ada yang berbeda pada Idul Fitri tahun ini di Kabupaten Way Kanan Lampung, Komunitas Wisata Way Kanan (K@WAN) mengadakan event bertajuk Pesona Mudik Lebaran 2017.

Berbagai kegiatan wisata dijadwalkan akan mengisi waktu para pemudik di Kampung Banjarmasin Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan mulai H+3 hingga H+6 lebaran.
Selain wisata alam bamboo rafting, river tubing di aliran sungai Way Besay, dan air terjun bukit salju, ada juga wisata kuliner khas Lampung, souvenir dan panggung hiburan.
Ketua K@WAN, Ridho Firmanda mengatakan kegiatan pesona mudik lebaran yang baru pertama di gelar merupakan upaya dalam memperkenalkan pariwisata yang ada kabupaten berjuluk Bumi Ramik Ragom ini.
“Kampung Banjarmasin yang letaknya ada di jalan lintas sumatera merupakan tempat yang strategis untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Way Kanan sebelum kita mengenalkan tempat lainnya,” ungkapnya.
“Setelah sukses dengan kegiatan bamboo rafting pada HUT Way Kanan kemarin, diharapkan kegiatan ini pun berjalan sukses dan dapat me-refresh semangat pemudik dalam melakukan kegiatan sehari-hari,” lanjut Ridho.
Dalam pesona mudik lebaran kali ini, K@WAN memberikan diskon harga bagi pengunjung yang akan merasakan asyiknya susur sungai menggunakan bamboo rafting. Hanya dengan 450ribu rupiah dari harga normal 600ribu untuk 3 orang, pengunjung sudah bisa menikmati pesona Way Besay dari Kampung Banjarmasin hingga Kampung Banjar Sari, Baradatu Way Kanan.
“Bamboo Rafting Way Besay dari Banjarmasin sampai Banjar Sari ini menempuh 12 KM menyusuri sungai, dengan waktu tempuh 2 jam,” imbuh Ridho.
Mengenai keselamatan para penikmat bamboo rafting, telah disediakan jaket pelampung dan dua orang pemandu selama dalam perjalanan.
Kepala kampung Banjarmasin, Idrus, turut mendukung kegiatan yang digelar di kampungnya tersebut, dirinya mengatakan selain wisata yang telah disebutkan di atas, juga akan ada wisata budaya Lampung yaitu Canggot Bagha. Canggot Bagha merupakan tradisi Lampung yang sudah mulai terlupakan.
“Canggot Bagha ini merupakan tardisi masyarakat Lampung yang sudah tergerus jaman, sehingga kita mengupayakan agar tradisi ini tetap dilestarikan di bumi Ramik ragom ini,” ucap Idrus.
Canggot Bagha biasanya, lanjut idrus, pada zaman dahulu diadakan sekali dalam setahun, yaitu pada saat bulan purnama di saat bulan haji, dengan mengundang bujang-gadis sebagai pesertanya.
“Saya terakhir mengetahui tradisi Canggot Bagha ini pada waktu itu masih di tahun 1900-an, setelah itu sampai saat ini tidak pernah lagi ada tradisi canggot bagha, prosesinya yaitu dengan menjemput bujang- gadis dan dikumpulkan di sebuah tempat, yang kemudian para remaja itu duduk di atas tikar, puncaknya dalam ajang canggot bagha inilah pada zaman dulu bejang-gadis mencari jodoh,” jelas Idrus.
Rencananya kegiatan canggot bagha ini akan digelar pada selasa malam rabu 27 juni 2017 malam dengan mengundang Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, untuk turut menyaksikan tradisi canggot bagha tersebut. (MS)
hs-krs-22.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com