KPU Lampura Larang Wartawan, Tokoh Pers: Mengecewakan

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Insiden tidak diperbolehkannya wartawan melakukan peliputan pada acara pengundian nomor urut pasangan calon Pilkda Lampung Utara oleh KPU setempat sangat disayangkan oleh para wartawan senior dan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara.

Effendi Yusuf, mantan Ketua PWI dua periode di Lampung Utara sangat menyayangkan sikap pihak panitia penyelenggara pemilu (KPU) yang tidak memperbolehkan wartawan untuk memasuki Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Center Kotabumi pada acara pengundian nonor urut tiga pasang calon peserta Pilkada Lampung Utara.

“Sebelumnya Kabag Ops Polres Lampung Utara sudah memberikan imbauan setelah acara akan dimulai wartawan diperbolehkan masuk, tapi acara sudah dimulai wartawan belum juga diperbolehkan masuk, wajar saja wartawan menanyakan kenapa belum atau tidak perbolehkan untuk masuk,” kata Effendi Yusuf.

Atas peristiwa itu, mantan Ketua PWI Lampung Utara selama dua priode tersebut sangat menyayangkan insiden yang terjadi itu dan puluhan wartawan baik cetak maupun elektronik mulai meninggalkan lokasi (GSG Islamic Center Kotabumi).

“Acaranya tadi sudah dimulai, tapi wartawan belum boleh masuk ke ruangan, kalau sudah selesai mau ngambil apa lagi wartawan ke dalam,” ujarnya, menyesalkan tindakan panitia KPU setempat.

Senada juga dikatakan Ahmad BW Budaya, salah seorang wartawan media online yang menuturkan sangat kecewa atas kejadian pelarangan media untuk masuk ke GSG Islamic Center Kotabumi untuk melakukan aktivitas melakukan peliputan acara tersebut.

“Tadi sudah dijelaskan oleh aparat kepolisian bahwa wartawan itu boleh memasuki gedung tempat acara dengan mengikuti instruksi KPU setelah berada di dalam, tapi setelah acara itu dimulai wartawan masih belum diperbolehkan memasuki ruangan,” ungkap Ahmad BW Budaya, yang akrab dipanggil Alex oleh awak media.

Atas peristiwa itu, Alex meminta pihak KPU Lampung Utara dapat segera meluruskan informasi kepada bawahannya supaya bisa mengerti tentang aturan-aturan tentang kewajiban wartawan dalam mengikuti acara publik.

“Saya secara pribadi mengharapkan KPU sebagai penyelenggara pemilu bisa mengerti juga tentang aturan pelaku atau pekerja media. Ini secara tidak langsung mereka sudah menghalangi tugas wartawan untuk menyampaikan informasibke publik,” ungkapnya.

Diketahui acara pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati pilkada serentak Lampung Utara yang diikuti tiga pasang calon itu berlangsung di GSG Islamic Center Kotabumi, Selasa (13/02/2018). (Sar/ef).

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com