KK Palsu, LBH Menang Jagad: Kadis Dukcapil Lampung Utara Jangan Diam

Bagikan
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  

Kotabumi (HS) – Dugaan pemalsuan dokumen Kartu Keluarga (KK) milik Widia Wati (29), warga Desa Kebon Dalam, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, terkesan dibiarkan begitu saja oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten setempat.

Sejak temuan kasus ini mencuat di publik, beberapa waktu lalu sampai berita ini diturunkan, belum ada langkah kongkrit yang dilakukan Disdukcapil Lampura.

Terkait dengan hal tersebut, salah seorang advokat di bawah naungan LBH Menang Jagad kabupaten setempat, Karzuli Ali, menyesalkan lambannya Disdukcapil mengatasi dugaan pemalsuan dokumen KK.

Dikatakan Karzuli Ali, dalam kasus itu banyak sekali ditemukan fakta-fakta yang mengindikasikan kuatnya pemalsuan dokumen kependudukan. Untuk itu, upaya hukum harus segera diambil Pemkab Lampura dalam hal ini Disdukcapil.

“Pada prinsipnya, jika dokumen KK tersebut bukanlah KK yang legal, dapat dipastikan ada tindakan yang mengarah pada pasal penipuan dan pemalsuan. Pelaku yang sengaja memalsukan dokumen negara itu harus mendapatkan ganjaran hukum setimpal,” tegas Karzuli, saat dikonfirmasi, Kamis, (05/10), di sela kegiatan sosialisasi salah satu partai di Lampura.

Dijelaskannya, Disdukcapil selaku leading sector yang berwenang melakukan pendokumentasian kependudukan warga seharusnya mengambil langkah cepat guna mengusut persoalan tersebut hingga tuntas.

“Untuk tahap awal, semestinya pihak Disdukcapil menginstruksikan kecamatan setempat guna mengambil langkah administratif. Jangan dibiarkan begitu saja persoalan ini,” tegasnya seraya mengatakan dokumen KK merupakan dokumen kependudukan yang sangat penting bagi seluruh warga dan bersifat rahasia.

“Pemda Lampura harus sigap mengatasi hal ini. Kalau tidak, tentu akan kita pertanyakan,” ujar Karzuli.

Dijelaskannya, Kabupaten Lampura saat ini sedang memasuki tahun politik. “Jangan sampai kasus ini merebak menjadi rumor yang dikaitkan untuk tujuan politik satu kelompok tertentu. Dugaan pemalsuan dokumen KK harus diusut dengan kesungguhan,” paparnya seraya mengatakan Kadisdukcapil, Azhar Ujang Salim, termasuk korban yang dizhalimi.

“Kadisdukcapil jangan diam saja. Kalau Kadis (Azhar Ujang Salim.red) diam saja, ini akan menjadi preseden buruk bagi kinerjanya selama ini. Karena di dalam dokumen KK tersebut, tentu terdapat tanda tangan Kadis yang tentu saja diduga dipalsukan oleh oknum tersebut,” pungkas Karzuli Ali. (efri)

/IMG-20210331-WA0003_copy_640x513.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com