Kinerja Jasa Raharja Cabang Lampung Peringkat 2 Nasional

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bandar Lampung – Sebagai perusahaan BUMN di bidang asuransi kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja Cabang Lampung mencatat telah menyalurkan santunan sebesar Rp 63,9 miliar di tahun 2018. Jumlah tersebut naik 17,01 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 54,6 miliar.

“Sedangkan santunan yang disalurkan untuk tahun ini hingga Februari 2019 sejumlah Rp 10,6 miliar,” kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung Suratno, Rabu (20/3/2019).

Dalam kegiatan Press Tour dari Jasa Raharja Kantor Pusat ke Kantor Cabang Lampung yang digelar selama tiga hari, mulai 20-22 Maret 2019, Suratno mengungkapkan bahwa Jasa Raharja Cabang Lampung pada Februari 2019 telah menempati ranking 2 penyelesaian santunan secara nasional dengan perolehan nilai 119,98.

Menurut Suratno, hal itu tidak terlepas dari kinerja para pegawai Jasa Raharja Lampung yang menerapkan prinsip Tanggap, Tangkas, Tangguh (3T) dalam setiap proses layanan untuk masyarakat. Suratno menambahkan, bahwa dengan melihat besaran santunan yang meningkat tersebut juga bisa dilihat dari pelayanan yang semakin mudah dan juga cepat.

“Yang kedua karena memang jumlah kecelakaan lalu lintas yang meningkat, meskipun tidak sgnifikan, sekitar 2 persen. Namun, dilihat dari rata-rata biaya perawatannya juga di Lampung ini walaupun pelayanannya mudah sekitar Rp 6 juta. Sedangkan rata-rata nasional itu Rp 11 juta. Artinya pelayanan yang semakin cepat, bagus semakin riil ya,” ujarnya.

Suratno menambahkan, untuk penyelesaian korban meninggal dunia juga realisasinya rata-rata kecepatan selama dua hari, atau lebih cepat dari target enam hari. Sedangkan kecepatan rata-rata penyelesaian santunan sejak pengajuan berkas lengkap mencapai 25 menit dari dari target 60 menit.

Hadirnya aplikasi pengajuan santunan secara online Jasa Raharja juga menurut Suratno menjadi salah satu penunjang kinerja PT Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan kepada pesertanya. Termasuk juga dukungan dari pihak terkait seperti rumah sakit dan kepolisian, yang membuat proses penyelesaian semakin cepat.

Meski demikian, di Lampung sendiri masih terdapat persoalan-persoalan yang saat ini masih dikejar, salah satunya adalah tingkat kepatuhan membayar pajak. Suratno mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran akan wajib pajak karena memang pajak yang dibayarkan tersebut akan kembali juga pada masyarakat.

“Tingkat kepatuhan bayar pajak ini yang sedang saya kejar, oleh karena kita bersinergi dengan mitra seperti Bapenda dan Polda untuk bisa melakukan razia bersama, bayar pajak lewat online, sampai bisa bayar di mall-mall,” ujarnya.

Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung Evi Rahmaria mengatakan bahwa tingkat kepatuhan membayar pajak sekitar 50 persen dari penduduk Provinsi Lampung yang punya kendaraan atau 3 juta kendaraan.

“Nah untuk itu, kita saat ini sedang mendata apa yang menyebabkan separuhnya itu tidak patuh. Maka kita lakukan penagihan orang per orang secara door to door. Itu kita sudah lakukan sejak 3 tahun terakhir ini dan hasilnya menunjukkan positif,” ujar Evi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com