Rawajitu (HS), Kemarau panjang tahun ini mengakibatkan kekeringan dimana-mana, tidak kecuali didaerah lahan sawah pun ikut kekeringan, memaksa warga Kampung Wono Agung dan sekitarnya di Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang , kesulitan mendapatkan air bersih, Sabtu (28/09/2019).

Truk penjual air bersih yang diambil dari sumur bor di daerah Kampung Suka Bhakti Gedungaji Baru dan di Sindang Gunung Tiga Mesuji.
Didaerah Rawa Jitu semua sumur galian kering, meskipun ada disaluran tanggul penangkis, airnya tidak bisa digunakan karna asin.
Pengeluaran biaya hidup dimusim kemarau ini sangat tinggi, memerlukan air bersih harus membeli kepedagang keliling, dibanding musim hujan warga bisa menggunakan air hujan yang ditapung kedalam bak, kebutuhan mandi warga bisa memanpaatkan air irigasi, kata beberapa warga ditempat mengeluhkan musim kemarau panjang.
Seperti dituturkan Muhaji Jurutulis Kampung Wono Agung, menurutnya kebutuhan air bersih keluarganya sebulan bisa menghabiskab tujuh kempung isi 5oo liter, setiap kempung seharga Rp60 ribu, kebutuhan air minum sebulannya menghabiskan 10 galon dan biaya listri bisa mencapai Rp250ribu/bulan , belum biaya anak sekolah dan lainnya.
Menurut Muhaji kalau musim hujan bisa tertolong dengan menggunakan air sumur, dimusim kemarau ini semua sumur kering.
Lain lagi cerita Sumarji kepada hariansumatera.com di wilayah Kampung Gedung Karya Jitu, 10 km dari rumahnya Muhaji. Ribuan KK kebutuhan air bersih dimusim kemarau ini dengan cara membeli ke pedagang air keliling, harganya satu kempung isi 500 liter Rp85ribu, air disaluran primer kering meskipun ada tidak bisa digunakan karna airnya asin.
Air yang disalurkan lewat PDAM sudah ada tapi ngalirnya tidak merata, meskipun air mengalir tidak maksimal, untuk mendapatkan satu ember air harus menunggu puluhan menit, warga berharap PDAM bisa berpungsi maksimal. (yuna).



