Rawajitu Selatan (HS),- Kemarau panjang akibatkan debu jalanan berterbangan, mengganggu pengendara sepedah motor dan warga yang rumahnya dipinggir jalan poros Rawajitu yang belum diaspal, akibatnya banyak warga menderita batuk dan Flu, Senin (23/09/2019).
Beberapa pengendara sepedah motor kepada hariansumatera.com mengaku kualahan mengatasi debu di sepanjang jalan nasional Rawajitu. Upaya melindungi badan dengan cara pakai jaket, sarung tangan, pakai helem dan tutup mulut tidak mampu melindungi badan, debu-debu jalanan itu masih tetap masuk, mulai terasa setelah sampai tujuan, mata pedih, dan terbatuk batuk.
Lebih mengesalkan lagi sudah tau ketebalan debu dibadan jalan 10 cm, pengemudi roda empat seenaknya ngebut dijalanan pada saat berpapasan. Warga berharap pihak terkait melakukan penyiraman debu agar tidak menimbulkan penyakit.
Begitupun warga yang rumahnya dipinggiran jalan mengaku kualahan, debu-debu berterbangan sampai masuk kedalam rumah, setiap kali dibersihkan tidak lama lantai dipenuhi debu lagi. Krisbandi Kepala Kampung Sidomekar membenarkan kemarau ini ada bencana debu, debu jalanan luar biasa, ditup angin bisa mengotori kamar tidur. Paling terparah serangan debu jalanan di sepanjang jalan Kampung Suka Bhakti, Sindang Gunung Tiga, Wono Agung dan seterusnya sampai di Kampung Gedung Karya Jitu. Banyak perusahaan besar disepanjang jalan nasional Rawajitu, namun anehnya mereka tidak mau perduli melakukan penyiraman.
Menurut Adit (32) warga Kampung Yuda Karya Jitu, Kecamatan Rawajitu Selatan, bencana debu ini sangat mengganggu kesehatan, sudah banyak anak-anak dan orang tua menderita batuk dan Flu. Sudah berbulan bulan selama kemarau ini belum ada bantuan dari dinas kesehatan, seperti membagi bagikan masker. (yuna)




