Kejari Tanggamus Tetapkan Dua PPK Sebagai Tersangka

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus, setelah melalui tahapan proses panjang mulai dari penyelidikan hingga pengumpulan data dan kini akhirnya menetapkan dua panitia pemilihan kecamatan (PPK) menjadi tersangka atas dugaan pemotongan operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pada pemilihan umum tahun 2019 lalu.

Saat keluar dari ruang penyidikan, Keduanya nampak memakai baju rompi merah yang dibelakang nya bertuliskan tahanan kejaksaan negeri, dengan pengawalan ketat berjalan tertunduk diam tanpa kata, serta dikawal ketat oleh pengamanan internal kejaksaan masuk ke dalam mobil tahanan yang telah terparkir di halaman Kejari menuju ke Rutan Kota Agung. Rabu (12/8/20) sore.

Melalui Kasi Intelijen Kejari Tanggamus M. Riska Saputra dihadapan awak media mengatakan , dua PPK yang telah lebih dulu ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan pemotongan operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu Tahun 2019 lalu.

“Kedua tersangka yakni Belly Afriansyah yang berasal dari PPK Kecamatan Gunung Alip dan Rustam berasal dari PPK Kecamatan Limau. kedua tersangka dilakukan penahanan sejak hari ini Rabu, 12 Agustus 2020 hingga 31 Agustus 2020,” kata M. Riska dalam keterangan persnya mewakili Kajari Tanggamus David P. Duarsa.

Lanjutnya, adapun dasar penahanan terhadap tersangka yakni cukup dua alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang dapat diajukan persidangan untuk dilakukan proses persidangan dalam perkara pemotongan dana operasional KPPS.

M. Riska mengungkapkan, jumlah pemotongan oleh tersangka Billy di KPPS di Kecamatan Gunung Alip sebesar Rp. 95 jutaan dan oleh tersangka Rustam di KPPS di Kecamatan Limau hampir Rp. 80 juta

“Kerugian tersebut berdasarkan perhitungan oleh BPKP (Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi Lampung),” ungkapnya.

Atas hal tersebut terhadap keduanya dipersangkakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Kasi intelijen menambahkan, selain dua tersangka, pihaknya terus mendalami keterlibatan PPK lainnya di Kabupaten Tanggamus.

“Nanti kita lakukan pemeriksaan, menunggu hasil penyelidikan, pengembangan berikutnya serta hasil perhitungan BPKP,” pungkasnya. (RIZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com