Kejari Tanggamus Terus Dalami Kasus Pemotongan Dana KPPS Pemilu 2019

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Agung (HS) – Diawal tahun 2020 Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus, masih terus mendalami kasus dugaan pemotongan dana operasional dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), saat pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu telah dilakukan pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri Tanggamus, terhadap 20 PPK, 302 PPS dan 1.975 KPPS. Guna menyingkap titik terang siapa dalang yang memberikan perintah pemotongan tersebut, sehingga mengakibatkan adanya Kerugian Negara.

Seperti yang disampaikan oleh Arinto Kusumo, SH. Kasi Pidana Khusus (pidsus), mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus David P. Duarsa mengatakan, kasus dugaan pemotongan operasional KPPS ini terus menjadi perhatian pihaknya dan sudah terlihat jelas indikasinya ada peristiwa hukum adanya pemotongan dana operasional KPPS serta saat ini kasus tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan, Rabu (08/01/2020).

” Insyaallah dalam waktu dekat jika tak ada halangan pihak kejaksaan saya atas nama pimpinan ini sudah di tingkatkan ke tingkat penyidikan, kita bakal menetapkan Tersangka nya”,terang Kasi Pidsus.

Saat ini pihaknya belum bisa membeberkan permasalahan ini lebih jauh, apakah label tersangka ini direkatkan pada PPK atau oknum petinggi di KPU setempat.

” Kami akan berkoordinasi dengan Pimpinan dulu, sudah ada di gambaran kita siapa yang bakal menyandang status tersangka, nanti jika sudah ada penetapan (tersangka) akan di beritahukan lebih lanjut kepada rekan-rekan semua, berapa orangnya nanti kita ungkap semua,”kata Arinto.

Lanjutnya, Kejaksaan Negeri Tanggamus tak akan menutup-nutupi permasalahan ini, karena ini sudah diketahui publik, sejak dilantik dirinya langsung mempelajari permasalahan ini. Berapa orang yang menyandang tersangka tak bisa di ia bicarakan, sebab Tim masih bekerja siapa aktor utama dari pemotongan dana operasional KPPS ini.

” Ini masih akan kita krucutkan kembali siapa dalangnya, Kejari masih bekerja mudah-mudahan secepatnya selesai, kami tak ingin ada ada pandangan negatif masyarakat bahwa masalah ini jalan di tempat, kami pastikan kasus ini berjalan,”tandasnya (*/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.hariansumatera.com